Viral Kisah Orang Utan Jadi Budak Seks di Kalteng, Didandani bak Manusia

Nani Suherni ยท Selasa, 07 September 2021 - 13:55:00 WIB
Viral Kisah Orang Utan Jadi Budak Seks di Kalteng, Didandani bak Manusia
Tangkapan layar kisah orang utan Pony (foto: Instagram/indoflashlight)

JAKARTA, iNews.id - Viral kisah orang utan jadi budak seks di rumah bordir di Kareng Pangi, Kalimantan Tengah (Kalteng). Orang utan bernama Pony ini pun bahkan didandani bak manusia untuk memuaskan nafsu para pelanggan.

Kisah Pony ini pertama kali bagikan @Indoflashlight. Dijelaskan, bahwa Pony dicukur setiap hari dan berulang kali diperkosa oleh para pria yang mengunjungi di rumah bordil.

"Dia juga dipaksa memakai perhiasan, parfum dan belajar untuk berputar ketika klien mendekat," tulis akun @Indoflashlight.

Sekarang, di tangan para penyelamatnya, Pony masih mengalami trauma hebat. Setiap kali ibu mucikarinya berkunjung, orang utan itu menjerit dan buang air besar secara tiba-tiba.

"Pony tiba di Nyaru Menteng pada 13 Februari 2003, dengan kondisi yang menyedihkan. Rambutnya dicukur habis dan tubuhnya dipenuhi luka gigitan nyamuk," katanya lagi.

Namun, mengambil Pony bukan hal mudah, warga lokal saat itu menolak upaya penyelamatan Pony. Merek berfikir Pony harus tetap di sana karena sudah dirawat sejak kecil.

"Tim Bos Foundation berusaha keras melalukan perundingan dan penyelamatan. Sampai akhirnya berhasil Poby dibawa ke Bos Foundation Nyaru Menteng, Kalteng guna direhabilitasi, dengan syarat ibu muncikari dapat berkunjung," ujarnya.

Pony saat itu langsung mendapatkan perawatan intensif dari tim medis @bosfoundation . Seiring berjalannya waktu, Pony mulai bersosialisasi dengan orang utan-orang utan lain. Pony aktif ikut sekolah hutan untuk mendapatkan bimbingan dan perhatian guna mengembalikan sifat aslinya.

"Trauma Pony belum sepenunya hilang, pasalnya setiap ibu muncikari berkunjung, orang utan Pony menjerit dan buang air besar secara tiba-tiba," katanya.

View this post on Instagram

A post shared by www.indoflashlight.org (@indoflashlight)

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: