Viral Jejak Tangan di Rumah Warga Usai Gempa Lombok, Ini Kata TNI
MATARAM, iNews.id – Usai mengalami guncangan gempa bumi bertubi-tubi, masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dibuat resah dengan fenomena jejak tapak tangan dan kaki di sejumlah dinding rumah. Cerita liar beraroma mistis pun kerap jadi bahan perbincangan masyarakat yang menimbulkan ketakutan.
Menyikapi gejolak yang sedang terjadi, TNI dan Polri pun melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya dipastikan jejak tangan itu merupakan rekayasa oleh kelompok tertentu.
“Hasil penelitian dan penyelidikan kami, memang ada rekayasa masyarakat soal isu jejak tapak tangan itu. Kami bisa dipastikan itu perbuatan disengaja,” kata Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Rabu (29/8/2018).
Dia mengajak warga agar jangan mudah terpengaruh atas isu meresahkan. Karena diduga, kelompok yang menyebar isu itu memiliki motif kejahatan. “Tujuannya membuat masyarakat meninggalkan rumahnya. Saat warga keluar, mereka masuk untuk untuk menjarah,” ujarnya.
Ramdhani menegaskan, saat ini TNI dan Polri berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya dengan rutin berpatroli di lingkungan permukiman warga.
“Setiap hari kami patroli dan berkolaborasi sesuai sektor, baik Koramil maupun Polsek untuk menjaga wilayah. Kami akan memastikan rumah aman saat ditinggalkan warga ke lokasi pengungsian. Jadi soal jejak tapak tangan itu hanya isu saja,” tuturnya.
Editor: Donald Karouw