Viral Bocah di Kolaka Hilang 2 Hari lalu Ditemukan Pingsan dalam Karung

Asdar Lantoro ยท Jumat, 12 Maret 2021 - 16:10:00 WIB
Viral Bocah di Kolaka Hilang 2 Hari lalu Ditemukan Pingsan dalam Karung
Tangkapan layar penemuan karung puting berisi bocah 13 tahun dalam kondisi pingsan di Kolaka, Sultra. (Foto: iNews/Asdar Lantoro)

KOLAKA, iNews.id - Jagat maya viral dengan rekaman penemuan bocah 13 tahun dalam karung dengan kondisi tak sadarkan diri. Korban sebelumnya telah dicari keluarga dan polisi karena menghilang selama dua hari setelah meninggalkan rumah.

Peristiwa ini terjadi di Desa Meura, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (11/3/2021). Dalam video yang beredar, warga tampak berkerumun di sekitar lokasi penemuan karung putih. Saat dibuka ternyata berisi bocah berinisial TH alias Opi dalam kondisi pingsan.

Informasi dirangkum iNews, awalnya TH pamit kepada kedua orang tuanya untuk ke sekolah yang tak jauh dari rumahnya pada Rabu (9/2/2021). Namun hingga sore hari dia tak kunjung kembali kerumah sehingga orang tuanya cemas dan melaporkan hal tersebut di Polsek Samaturu.

Menerima laporan warga, polisi yang dibantu melakukan pencarian tetapi hasilnya nihil. Keesokan harinya kembali dilakukan pencarian hingga seorang warga bernama Umar yang hendak ke kebun menemukan karung putih yang mencurigakan. Setelah dibuka ternyata di dalamnya ada tubuh korban.

Umar segera menyampaikan hal tersebut kepada orang tua korban. Beruntung nyawa TH dapat diselamatkan meski selama dua hari di dalam karung dan tidak makan dan minum.

Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti kejadian tersebut. Orang tua korban meyakini hal ini berkaitan dengan sesuatu yang gaib.

Paur Humas Polres Kolaka Bripka Riswandi mengatakan, setelah ditemukan korban langsung mendapatkan perawatan medis. Polisi juga masih menyelidiki penyebab korban berada di dalam karung.

"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun saat ditemukan kondisinya pingsan," ujarnya Kamis (11/3/2021).

Menurutnya, saat ini polisi tetap menangani kasus tersebut untuk menyelidiki penyebab bocah itu berada dalam karung.

"Keterangan diperoleh, korban meninggakan rumah pada 9 Maret. Alasan anak itu dalam karung untuk menghindari pencarian dan gigitan nyamuk. Kami masih menyelidikinya," kata Riswandi. 

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: