Video Viral Gelembung Besar di Perairan Gunung Anak Krakatau Gegerkan Warga Lampung

Heri Fulistiawan ยท Kamis, 02 April 2020 - 23:30:00 WIB
Video Viral Gelembung Besar di Perairan Gunung Anak Krakatau Gegerkan Warga Lampung
Kepulan asap putih keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung. (Foto: iNews/Heri Fulistiawan)

KALIANDA, iNews.id - Video fenomena gelembung udara berukuran besar di Perairan Selat Sunda Lampung menggegerkan warga dan viral di media sosial. Fenomena alam tersebut muncul di bibir pantai dekat Gunung Anak Krakatau, Kamis (2/4/2020). Gelembung udara besar itu terekam video amatir Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung. 

“Kemunculan fenomena alam gelembung udara di Lautan Selat Sunda ditemukan secara tak sengaja petugas pengamanan dari BKSDA Bengkulu Lampung saat berpatroli menggunakan kapal di sekitar Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau,” kata Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Andi Suardi.

Dia menduga kemunculan gelembung itu ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Saat ini masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah.

Menurut dia, gelembung udara berjumlah lebih dari satu ditemukan di bagian sisi timur Gunung Anak Krakatau. Dari kejauhan terlihat permukaan air laut seperti sedang bergolak bentuknya mirip dengan gelembung yang dikeluarkan pompa di dalam akuarium.

Gelembung berukuran besar muncul di perairan dekat Gunung Anak Krakatau. (Foto: iNews/heri Fulistiawan)
Gelembung berukuran besar muncul di perairan dekat Gunung Anak Krakatau. (Foto: iNews/heri Fulistiawan)

 

“Fenomena itu berupa gelembung besar yang menyembur dari dasar ke permukaan air laut. Gelembung itu tak cuma satu ada yang lainnya dan aktivitas gelembung itu menyebabkan air di sekitar lokasi menjadi bergolak,” ujarnya.

Andi Suardi mengungkapkan, di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak tahun 2007 lalu memang ada gelembung dan sedikit menjadi hangat di satu titik di pantai Gunung Anak Krakatau.

Gelembung yang muncul di Selat Sunda itu berasal dari lubang-lubang yang ada di tubuh Gunung Anak Krakatau karena di bagian tubuh gunung api ada lubang-lubang keluar gas dan suhunya sedikit hangat adalah fenomena umum.

Meski gelembung yang muncul terjadi menerus tapi, kata dia berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih tenang.

“Secara umum aktivitas GAK sejak 1 bulan terakhir relatif tenang jumlah gempa vulkanik yang terekam sedikit kurang lebih 5 kejadian per hari. Demikian juga secara visual berupa hembusan asap putih dengan tinggi 50-100 meter per hari,” katanya.

Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Bahkan letusannya pada 22 Desember 2020 telah memicu terjadinya gelombang tsunami yang menerjang Lampung dan Banten.


Editor : Kastolani Marzuki