Video Perusakan Situs Suku Dayak Viral di Medsos, Pemprov Turun Tangan

Ade Sata · Senin, 05 Maret 2018 - 22:11 WIB
Video Perusakan Situs Suku Dayak Viral di Medsos, Pemprov Turun Tangan
Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng Agustiar Sabran memberikan keterangan usai rapat koordinasi di Kantor Pemprov Kalteng, Palangkaraya. (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Sebuah video amatir yang menggambarkan aksi penyerangan dan perusakan situs suku Dayak di suatu desa di Kalimantan Tengah (Kalteng), viral di media sosial. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang dari pihak keamanan perusahaan yang marah saat mencari pelaku pencurian buah kelapa sawit. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng pun turun tangan menyikapi masalah tersebut.

Dalam vide amatir hasil rekaman dari kamera telepon seluler (ponsel) milik warga yang beredar di media sosial, terlihat sekelompok orang dari pihak keamanan perusahaan mendatangi Desa Pondok Damar, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Mereka mencari pelaku pencurian buah kelapa sawit yang ditanam di areal lahan PT Mustika Sembuluh.

Kedatangan pihak keamanan secara tiba-tiba ini membuat marah sejumlah warga desa. Salah satunya bahkan memukul mobil yang digunakan pihak keamanan perusahaan. Karena tidak menemukan orang yang mereka cari, pihak keamanan perusahaan yang marah melakukan perusakan, termasuk terhadap situs adat atau situs budaya yang dianggap sakral oleh warga Dayak.

Terkait peristiwa tersebut, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran beserta aparat terkait dan Dewan Adat Dayak Kalteng, telah menggelar rapat koordinasi. Sugianto mengimbau kepada masyarakat adat untuk tidak terpancing dan menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum.

“Kami juga menyurati pihak perusahaan, PT Mustika Sembuluh, yang di Kotawaringin Timur. Kami ingin masyarakat adat bersabar. Kami sudah meminta Pak Kapolda Kalteng agar kasus ini ditangani. Kami tidak ingin ada isu-isu ribut di Kalteng di medsos," kata Sugianto Sabran, Senin sore (5/3/2018).

Sementara Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, pihaknya menurunkan tim investigasi ke lapangan dan menentukan langkah selanjutnya. Meskipun mereka menyerahkan penanganan ini kepada aparat hukum, Dewan Adat Dayak tetap ingin ikut memastikan kasus ini karena terkait dengan situs suku Dayak. “Situs ini sangat sakral bagi orang Dayak. Kami berharap polisi bisa segera mengungkap kasus ini,” kata Agustiar Sabran.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko mengatakan, saat ini yang penting ada pelaporan dulu mengenai kasus itu sehingga polisi bisa menindaklanjuti. “Yang penting kan ada pelaporan dulu, kami mencari saksi, barang bukti, keterangan-keterangan yang mendukung,” kata Brigjen Pol Anang Revandoko.

Video amatir dugaan aksi penyerangan dan perusakan berdurasi tiga menit sepuluh detik tersebut kini telah ditonton oleh ribuan netizen. Pemprov Kalteng dan aparat kepolisian kini tengah mencari solusi yang tepat terkait perselisihan perusahaan dengan warga desa tersebut.


Editor : Maria Christina