Usai Bertengkar, Mahasiswa di Lombok Timur Tewas Gantung Diri di Kamar Kos

Ramli Nurawang ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 01:10 WIB
Usai Bertengkar, Mahasiswa di Lombok Timur Tewas Gantung Diri di Kamar Kos
Petugas Polsek Suralaga Lombok Timur mengolah tempat kejadian kasus bunuh diri yang dilakukan mahasiswa. (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Seorang mahasiswa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan tewas gantung diri di kamar kos, Sabtu (27/6/2020). Korban berinisial S (22) ditemukan dalam keadaan leher terikat kabel dan badan tergantung menempel di tembok. Korban sempat dilarikan ke puskesmas namun nyawanya tak tertolong.

Mendapati korban sudah tak bernyawa, pacar korban berinisial VDF pun menangis histeris di depan Puskesmas Lenek. Belum diketahui penyebab aksi nekat korban mengakhiri hidup, namun dugaan sementara karena depresi setelah bertengkar dengan sang pacar.

Aksi nekat korban itu pun sontak menggegerkan kompleks indekos di Desa Anjani Kecamatan Suralaga.

Pacar korban, VDF menuturkan, korban sebelumnya mengancam akan bunuh diri bila dirinya tidak dating ke kos dalam waktu 30 menit. “Dia (korban) telepon dan SMS ngomong gitu, kalau tidak dating dalam 30 menit akan bunuh diri,” katanya.

VDF mengaku tidak menyangka jika pacarnya akan berbuat senekat itu. Dia pun sudah berusaha dating ke kosan pacarnya yang hanya berjarak 500 meter dari kosnya.

“Pas sampai di kamar kosnya, dia posisinya sudah dalam keadaan leher terikat kabel listrik dan badan tergantung menempel di tembok,” katanya.

Kanitreskrim Polsek Suralaga, Bripka Lalu Asri Wudi mengatakan, petugas langsung ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan warga. “Anggota langsung ke TKP untuk mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP,” katanya.

Untuk kepentingan penyelidikan, kamar kos korban kini sudah dipasangi garis polisi.

Saat ini, jasad korban masih berada di puskesmas untuk divisum dan menunggu kedatangan pihak keluarga dari Kabupaten Lombok Utara. Korban merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Lombok Timur.


Editor : Kastolani Marzuki