Update Puting Beliung di Tulang Bawang: 233 Rumah Rusak, 2 Korban Tewas dan 9 Luka-Luka

Felldy Utama · Jumat, 22 Mei 2020 - 11:46 WIB
Update Puting Beliung di Tulang Bawang: 233 Rumah Rusak, 2 Korban Tewas dan 9 Luka-Luka
Sejumlah pohon tumbang akibat diterjang puting beliung di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Kamis (21/5/2020). (Foto: iNews.id/BNPB)

JAKARTA, iNews.id – Angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, pada Rabu lalu (20/5/2020) lalu, merusak lebih dari 200 rumah warga. Bencana ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka.

Data dari Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data yang dilaporkan hingga Kamis (21/5/2020) sore, total rumah rusak berjumlah 233 unit. Rumah rusak berat berjumlah 65 unit, rusak sedang 27, dan rusak ringan 141 unit.

"Di samping kerusakan fisik, bencana ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sementara korban luka berat lima orang dan empat lainnya luka ringan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima, Jumat (22/5/2020).

Raditya mengatakan, warga yang mengungsi masih dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Wilayah yang terdampak angin puting beliung ini berada di dua kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang. Desa-desa tersebut yakni, Desa Tri Mulya Jaya, Desa Tri Tunggal Jaya dan Desa Dwi Warga Tunggal Jaya di Kecamatan Banjar Agung. Kemudian, Desa Purwa Jaya di Kecamatan Banjar Margo.

"Pascabencana, bupati Tulang Bawang telah meninjau lokasi kejadian dan melakukan rapat koordinasi untuk penanganan darurat dengan dinas-dinas terkait," katanya.

Raditya menambahkan, bencana serupa masih bepotensi terjadi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca terkait hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi hingga Jumat (22/5/2020). Selain Lampung, wilayah yang berpotensi terdampak seperti Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Menyikapi potensi tersebut, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung," kata Raditya Jati.


Editor : Maria Christina