Update Gempa Lombok 6,9 SR, 10 Tewas 24 Luka 156 Bangunan Rusak

Muhammad Saiful Hadi ยท Senin, 20 Agustus 2018 - 11:57 WIB
Update Gempa Lombok 6,9 SR, 10 Tewas 24 Luka 156 Bangunan Rusak
Seorang warga berada dekat puing-puing rumahnya yang roboh pascagempa di Dusun Labuan Pandan Tengak, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8/2018). (Foto: Antara)

LOMBOK, iNews.id - Gempa bumi beruntun yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan bertambah. Hingga Senin (20/8/2018) siang, jumlah korban tewas akibat gempa 6,9 skala richter (SR) di Lombok mencapai 10 orang. Puluhan lainnya dilaporkan luka-luka dan ratusan bangunan rusak parah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut, data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin (20/8/2018) pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (dengan rincian, tujuh rusak berat, lima rusak sedang, 139 rusak ringan) dan enam unit fasilitas ibadah.

“Ini adalah data sementara karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat,” ucap Sutopo, melalui siaran pers yang diterima iNews.id, Senin (20/8/2018).

Ke-10 korban tewas berasal dari Kabupaten Lombok Timur empat orang, Sumbawa Besar lima orang, dan Sumbawa Barat satu orang. “Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, ESDM, dan relawan masih melakukan evakuasi,” ucapnya. 

Sutopo menjelaskan, saat gempa kembali mengguncang, banyak masyarakat yang berada di luar rumah dan di pengungsian, sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa.

“Rasa trauma guncangan gempa, apalagi pada Minggu (19/8/2018) siang terjadi gempa 6,5 SR di Lombok Timur menyebabkan masyarakat memilih berada di luar rumah. Korban meninggal sebagian karena tertimpa bangunan roboh dan sebagian karena serangan jantung kaget menerima guncangan gempa yang keras,” katanya.

Dia pun menyebut, bantuan logistik terus disalurkan ke korban gempa di Lombok. Stok logistik mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Apalagi bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Adanya gempa 6,9 SR telah menyebabkan beberapa jalan mengalami rusak dan longsor.

Menurut Sutopo, upaya penanganan darurat terus diintensifkan. Begitu pula dengan percepatan bantuan perbaikan rumah rusak. “Begitu juga perbaikan fasilitas umum seperti rumah sakit, puskesmas, dan sekolah darurat dilakukan percepatan sambil menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya. Operasi pasar untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan ketersediaan bahan-bahan pokok terus dilakukan,” imbuhnya.

Gempa susulan dari gempa 6,9 SR masih terus berlangsung. Tercatat 101 kali gempa susulan sudah berlangsung dengan 9 kali gempa dirasakan hingga (20/8/2018) pukul 11.00 WITA.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Jangan terpancing pada isu-isu atau berita yang menyesatkan. Saat ini masih marak hoax di Lombok dan Sumbawa. Di saat masyarakat Lombok dirundung duka dan derita akibat gempa beruntun, tenyata banyak pihak yang menebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan,” katanya.


Editor : Himas Puspito Putra