Tetapkan Tanggap Darurat Tsunami, Gubernur: Semua Instansi Harus Turun

Antara, Rasyid Ridho ยท Jumat, 28 Desember 2018 - 19:10 WIB
Tetapkan Tanggap Darurat Tsunami, Gubernur: Semua Instansi Harus Turun
Ratusan rumah hancur akibat diterjang tsunami Selat Sunda di kawasan pesisir Provinsi Banten. (Foto: Antara)

SERANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-tsunami Selat Sunda yang menyapu hampir semua wilayah pesisir di provinsi tersebut.

Status itu berlaku terhitung sejak 27 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019 mendatang. "Tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda mulai Kamis (27/12) sampai 9 Januari 2019," kata Gubernur Banten Wahidin Halim dalam siaran persnya, Jumat (28/12/2018).

Dia menjelaskan, dengan penetapan darurat bencana ini, seluruh instansi terkait diminta ikut dalam penanganan pasca-bencana dan pemulihan kawasan terdampak tsunami.

Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, bencana tsunami menyebabkan 236 orang meninggal dunia dan 14.587 orang harus mengungsi akibat bencana tsunami tersebut. Data sementara, ada 526 unit rumah yang rusak, 14 hotel, 60 warung kuliner bibir pantai, 215 gazebo dan 44 unit perahu rusak.

Warga di sepanjang pesisir, maupun wisatawan diminta tetap menjauhi kawasan sepanjang pesisir pantai. Wisatawan yang akan merayakan liburan juga diminta tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Warga tidak panik dan tetap tenang. Wisatawan sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan," tandasnya dikutip SINDOnews.

Sementara itu, Polda Banten mengidentifikasi sebanyak 236 dari 244 jenazah di RSUD Berkah Pandeglang hasil evakuasi bencana tsunami yang menerjang Perairan Selat Sunda.

Jenazah korban tsunami terus bertambah karena petugas dan relawan melakukan evakuasi untuk menemukan warga yang hilang dan belum ditemukan.

"Sebagian besar korban yang sudah teridentifikasi dibawa oleh anggota keluarganya," kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Sumardi, di Pandeglang, Jumat (28/12/2018).

Pengidentifikasian jenazah itu melibatkan DVI Polri sejak terjadi bencana tsunami. Dari 236 itu, kata dia, jenazah yang sudah diambil oleh keluarganya sebanyak 235 jenazah. Sedangkan, satu jenazah bernama Kardi Suryadi (43) warga Kampung Rawajulang, Bekasi, Jawa Barat belum diambil keluarga.


Editor : Kastolani Marzuki