Tes Antigen di Pos Penyakatan Bintan Berbayar Rp150.000, DPRD: Tidak Manusiawi

Antara ยท Kamis, 15 Juli 2021 - 15:03:00 WIB
Tes Antigen di Pos Penyakatan Bintan Berbayar Rp150.000, DPRD: Tidak Manusiawi
Anggota DPRD Bintan memprotes kebijakan tes antigen berbayar di pos penyakatan perbatasan kota. (Foto: Antara)

TANJUNGPINANG, iNews.id – Tes usap antigen berbayar Rp150.000 di kawasan penyekatan perbatasan Kota Bintan, Kepulauan Riau menuai protes kalangan DPRD dan warga. Mereka mendatangi pos penyekatan yang berbatasan dengan Kota Tanjungpinang.

"Kebijakan tes usap antigen berbayar, merupakan kebijakan yang tidak bijak. Bahkan tidak manusiawi," kata anggotda DPRD Bintan Hasriawady alias Gentong di lokasi penyekatan di Sei Pulai, Kamis (15/7/2021).

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu dating bersama dua koleganya yakni Toha dari PKS dan Tarmizi dari Partai Hanura. Selain itu, sekitar 30 orang juga ikut dalam aksi protes tersebut.

Hasriawady menegaskan, pemerintah dan masyarakat di Bintan mendukung PPKM Darurat di Tanjungpinang, namun menolak antigen berbayar. Warga Bintan keberatan masuk ke Tanjungpinang wajib membayar Rp150.000.

"Banyak warga Tanjungpinang bekerja di Bintan, termasuk 75 persen staf di Pemkab Bintan, dan sejumlah perusahaan swasta di Bintan," katanya.

Anggota DPRD Tanjungpinang Muhamad Toha mengemukakan warga Bintan yang bekerja di Tanjungpinang juga keberatan jika setiap hari harus membayar tes antigen sebesar Rp150.000. Sementara gaji mereka hanya sekitar Rp2 juta.

"Kalau sebulan mereka harus ke sekolah, atau bekerja di tempat lainnya selama 20 hari, maka harus membayar Rp4,5 juta," ujar Toha.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2