Tertangkap, 2 Anggota Komplotan Pencuri Motor di Lombok Timur Masuk Jebakan Polisi

Antara · Minggu, 19 Januari 2020 - 16:45 WIB
Tertangkap, 2 Anggota Komplotan Pencuri Motor di Lombok Timur Masuk Jebakan Polisi
Ilustrasi penangkapan. (Foto: Istimewa).

MATARAM, iNews.id - Polisi menjebak komplotan pencuri kendaraan yang kerap beraksi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Petugas dan korban berpura-pura akan menyerahkan uang ke pelaku ditukar dengan motor.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Made Yogi Purusa Utama mengatakan, dua pelaku yakni SA (37) dan HA (25). Mereka terkena jebakan yang sudah disiapkan polisi.

"Mereka bagian dari komplotan pencurian motor. Namun tugas keduanya meminta uang tebusan kepada korban," kata Yogi kepada wartawan di Kota Mataram, NTB, Minggu (19/1/2020).

BACA JUGA: Masih di Bawah Umur, Pelaku Begal di Palopo Ternyata Pencuri Kelas Kakap

Kronologi penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan korban pada Sabtu (18/1/2020) di area pemakaman umum Desa Otak Rarangan. Tak lama, korban didatangi salah satu pelaku SA yang meminta uang tebusan Rp2 juta atas motornya itu.

Dari laporan tersebut, olisi kemudian mengatur rencana untuk menjebak korban dengan berpura-pura menyetujui tawaran pelaku SA. Lalu terjadilah pertemuan antara korban dan pelaku.

"Setelah mereka muncul, motor korban diserahkan, mereka langsung kita tangkap," katanya.

Transaksi tebus kendaraan hasil curian itu, kata dia, berlangsung di wilayah Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Tanpa adanya perlawanan, kedua pelaku pun berhasil diamankan.

BACA JUGA: Kawanan Begal Bersenjata Tajam Beraksi di Makassar, Pengemudi Ojol Jadi Korban

Namun kasus ini belum selesai. Yogi mengatakan, polisi masih bergerilya di lapangan mencari keberadaan anggota komplotan lainnya. Salah satunya eksekutor yang mencuri kendaraan korban.

"Ini sedang kami kembangkan, dan identitas pelaku sudah kami kantongi," ujarnya.

Terkait dengan kasus ini, Yogi mengimbau kepada masyarakat, apabila mengalami kasus seperti yang dialami korban, diharapkan untuk segera melapor agar memudahkan polisi mengungkapnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal