Tanpa Makanan dan Tenda, Warga 4 Desa Masih Ngungsi ke Bukit

iNews, Antara ยท Selasa, 25 Desember 2018 - 18:10 WIB
Tanpa Makanan dan Tenda, Warga 4 Desa Masih Ngungsi ke Bukit
Warga Labuan, Pandeglang, Banten terpaksa mengungsi di emperan toko karena rumah mereka rusak diterjang stunami. (Foto: Dok.iNews.id)

PANDEGLANG, iNews.id – Ratusan warga empat desa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga kini masih mengungsi di atas bukit yang sulit dijangkau.

Mereka belum berani kembali ke rumah lantaran masih trauma dengan tsunami yang memorakporandakan wilayah mereka pada Sabtu (22/12/2018). Selain itu, potensi terjadinya tsunami susulan juga masih bisa terjadi hingga membuat warga memilih bertahan di pengungsian darurat.

Seorang relawan, Deni Setiadi menjelaskan, para pengungsi itu sebagian besar warga Kampung Cikujang, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Sumur.

"Saat terjadi tsunami pada Sabtu (22/12/2018) mereka berhamburan pergi menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, hingga akhirnya mereka berlari ke atas bukit," katanya.

BACA JUGA:

Sulit Dijangkau, Begini Kondisi Lokasi Pengungsian Warga Sumur

Tidur di Emperan Toko, Pengungsi Tsunami di Pandeglang Tak Dapat Makan

Warga Pesisir Pandeglang Masih Menetap di Lokasi Pengungsian

Akses untuk mencapai lokasi cukup sulit, karena posisinya berada di ketinggian, kata Deni, yang mengaku membawa bantuan bagi para pengungsi itu.

Dia menjelaskan, ada 4 tenda pengungsian yang berada di atas bukit itu, dan dihuni 89 kepala keluarga, atau 163 jiwa.

Deni menjelaskan, mereka tinggal dengan tenda seadanya. Atap tenda berlubang, alas tidur dengan daun pisang. "Saat ini kondisinya sedang musim hujan. Coba bayangkan bagaimana mereka bisa tidur," katanya.

Khotim, warga Taman Jaya mengatakan, warga di desanya memilih mengungsi ke bukit karena dinilai lebih aman jika terjadi tsunami susulan. “Sejak tsunami Sabtu lalu, semua warga lari ke bukit,” katanya dikonfirmasi iNews.

Dia mengungkapkan, warga kini membutuhkan bantuan terutama makanan dan pakaian. “Yang paling dibutuhkan pakaian, makanan, dan selimut. Bantuan sudah masuk tapi masih minim karena tekendala kondisi jalan rusak,” katanya.

Dia berharap Pemkab Pandeglang bisa segera mendistribusikan bantuan dan mengirimkan petugas ke lokasi pengungsian. “Saya lihat di Sumur banyak aparat yang numpuk di situ. Kalau bisa sebagian ditugaskan di sini (bukit),” ucapnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengungkapkan, ada empat desa yang kondisinya rusak parah akibat diterjang tsunami, di antaranya Sumur Jaya, Taman Jaya, dan Ujung Jaya. “Kami sedang  ke lokasi untuk melihat langsung kondisi mereka. Karena saat ini mereka ngungsi di perbukitan. Ada 150 orang yang masih ngungsi di bukit. Mereka tidur seadanya,” katanya.

Menurut Bupati, ratusan personel gabungan juga sudah dikerahkan ke lokasi pengungsian untuk membantu warga. Selain itu, alat berat juga sudah diterjunkan untuk membersihkan material yang menutupi jalan. “Logistik juga sudah kita kirimkan secara bertahap karena medannya sangat sulit ditembus. Selain masih tertutup tanah dan puing-puing bangunan, juga kondisi jalannya rusak,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki