Tak Terima Disebut Kere, Kakek di Kutai Timur Bunuh Selingkuhan

Dzulfikar Ash ยท Jumat, 21 Januari 2022 - 20:06:00 WIB
Tak Terima Disebut Kere, Kakek di Kutai Timur Bunuh Selingkuhan
Kakek di Kutai Timur bunuh selingkuhan karena dibilang kere (Dzulfikar Ash/MNC Portal)

KUTAI TIMUR, iNews.id - Seorang kakek di Kutai Timur, Kalimantan Timur tega selingkuhannya. Pelaku berinisial BG itu mencekik korban lantaran sakit hati dibilang kere (miskin) dan menjijikkan.

Kapolres Kutim, AKBP Welly Djatmiko mengatakan, korban bernama Tri Suci Wulansari (44). Hubungan keduanya sebagai teman kencan atau simpanan. Korban selalu dibiayai kebutuhan sehari-harinya oleh pelaku BG.

"Bisa dikatakan pasangan kencan, tak ada ikatan suami istri," kata AKBP Welly, Jumat (21/1/2022).

Pembunuhan ini bermula saat Tri meminta uang dua senilai Rp2 juta kepada BG. Namun BG tidak memberinya. 

"Pelaku BG sebelumnya sudah memberikan uang Rp18 juta ke korban," katanya.

Dia melanjutkan, korban kemudian memaki pelaku dengan sebutan kere. Pelaku yang naik pitam langsung mencekik korban hingga meninggal dunia. Kemudian, pelaku meninggalkan korban dengan menutup wajahnya dengan bantal dan selimut. 

"Usai membunuh, pintu rumah digembok dari luar dan pelaku meninggalkan lokasi," katanya.

Pelaku kabur dan berniat melakukan bunuh diri di Sungai Sangatta wilayah Kampung Kajang. Namun niatnya tak berhasil. Dia diselamatkan oleh warg dan dibawa ke puskesmas.

"Usai diberikan pengobatan, pelaku kembali kabur. Awalnya kami lacak di Paser, berhasil diamankan oleh Tim Gabungan Jatanras Polda Kalsel dan Polda Kalteng di Palangkaraya," katanya.

Sementara itu BG mengaku tak mau memberi uang karena dirinya sudah memberikan uang sebesar Rp 18 juta ke korban. Tak hanya itu, pelaku mendengar kabar jika korban sudah selingkuh.

"Saat itu saya khilaf karna sebelumnya saya sudah kasih Rp18 Juta kemudian minta lagi sebesar Rp2 juta tapi saya lagi tidak punya uang, malah dikatain kere dan menjijikkan, ditambah adanya kabar kalau sekarang dia ada main dengan laki-laki lain," kata BG.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal hukuman penjara selama 15 tahun penjara.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: