Tak Terima Adik Disetubuhi, Kakak di Bengkulu Potong Kelamin Sang Pacar

Endro Dwirawan ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 20:30 WIB
Tak Terima Adik Disetubuhi, Kakak di Bengkulu Potong Kelamin Sang Pacar
Kapolres Bengkulu Kota AKBP Pahala Simanjuntak saat gelar perkara kasus pemotongan alat kelamin. (Foto: iNews/Endro Dwirawan)

BENGKULU, iNews.id - Tak terima kegadisan adiknya direnggut, seorang kakak di Kota Bengkulu nekat memotong kelamin pacar sang adik hingga putus. Usai melakukan aksinya, pelaku yang bernama Muharrom menyerahkan diri ke Polres Bengkulu.
 
Kapolres Bengkulu Kota, AKBP Pahala Simanjuntak mengatakan, pelaku nekat melakukan aksinya memotong kelamin pacar adiknya berinisial RZ (16) karena sakit hati dan dendam karena korban telah merenggut kegadisan adik yang masih berstatus pelajar.

“Akibat perbuatan korban, adik pelaku merasa malu dan tidak mau lagi ke sekolah. Puncak kemarahan pelaku,/ setelah korban kembali meminta berhubungan badan dengan adiknya namun ditolak korban lantas mengancam akan mengirimkan pesan singkat ke keluarga pelaku bahwa mereka pernah berhubungan layaknya suami istri,” kata Kapolres, Jumat (20/3/2020).

Mendapat laporan dari sang adik, kata dia, pelaku lantas datang menjemput korban ke rumahnya. Korban RZ lalu dibawa ke lokasi Taman Wisata Alam Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Setibanya di lokasi, pelaku memukul korban dari belakang dan memegangnya. Pelaku lalu mengeluarkan pisau cutter dari jaketnya dan memotong kelamin korban hingga putus lantas meninggalkan korban di lokasi. Setelah itu, pelaku menyerahkan diri ke polisi.

“Mungkin merasa sebagai kakak, pelaku ini ingin melindungi adiknya. Lalu pelaku berinisiatif mencari korban dengan menjemput di rumahnya. Korban lalu dibawa ke Pantai Panjang. Di situ, pelaku memukul kkorban dan membuka celananya. Pelaku langsung memotong alat kelamin korban dengan pisau cutter,” katanya.

Korban saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Kota Bengkulu. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya pakaian korban dan helm. Sementara pisau cutter yang digunakan pelaku telah dibuang. Saat olah tkp, polisi telah menemukan potongan kelamin korban.

Kepada petugas, pelaku Muharrom mengaku gelap mata hingga tidak bisa berpikir panjang hingga nekat melakukan hal tersebut. Dia mengaku sakit hati terhadap perbuatan korban kepada adiknya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal berlapis di antaranya Pasal 355 ayat 1 KUHP tentang Penganiyaan Berat dengan ancaman maksimal 12 tahun dan Pasal 80 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki