Tabung Gas Meledak di Rumah Makan di Sampit, 2 Orang Terluka Parah

Normansyah ยท Rabu, 07 Februari 2018 - 19:39 WIB
Tabung Gas Meledak di Rumah Makan di Sampit, 2 Orang Terluka Parah
Korban Dewi Patmawati (54) yang menjadi korban ledakan tabung gas di rumah makan Haji Muhidin Simpang 3 Baamang, yang terletak di Jalan Usman Harun, Sampit, Kalimantan Tengah. (Foto: iNews/ Normansyah)

SAMPIT, iNews.id - Berhati-hatilah saat mengganti tabung gas. Pastikan tidak ada kebocoran gas yang bisa berakibat fatal. Di Sampit, Kalimantan Tengah, seorang pemilik dan pekerja rumah makan mengalami luka bakar yang sangat serius, akibat tabung gas elpiji tiga kilogram miliknya tiba-tba mengalami kebocoran, saat korban hendak mengganti tabung gasnya yang kebetulan sudah habis, dengan tabung gas yang baru, Rabu (7/2/2018) siang.

Suasana rumah makan Haji Muhidin Simpang 3 Baamang, yang terletak di Jalan Usman Harun, Sampit, Kalimantan Tengah, yang awalnya tenang tiba-tiba langsung berubah menjadi hiruk-pikuk. Tiba-tiba saja, terdengar sebuah ledakan yang diduga berasal dari sebuah tabung gas elpiji tiga kilogram.

Pengunjung rumah makan pun akhirnya langsung berhamburan berlarian keluar. Apalagi suara ledakan yang terjadi disertai dengan kemunculan semburan api yang cukup besar.

Menurut Imah (35), salah seorang karyawan di rumah makan tersebut, peristiwa ini berawal saat rekannya sesama pegawai rumah makan, bernama Dewi Ekawati (39), hendak mengganti tabung gas yang isinya sudah habis dengan tabung gas baru.

Saat Dewi hendak memasang regulator gas, tiba-tiba dia mendengar suara mendesis yang berasal dari tabung gas yang baru tersebut. Dewi yang sadar jika tabung gas tersebut bocor, kemudian secara spontan langsung mengangkat tabung gas tersebut. Tabung kemudian dilempar ke luar melalui pintu samping dapur.

Saat  Dewi melempar tabung tersebut, gas yang bocor sudah terlanjur tersulut oleh api dari kompor minyak yang ada di sampingnya. Akibatnya, tabung pun meledak disertai munculnya kobaran api di dalam dapur.

“Gasnya kan habis. Terus mau diganti dengan yang baru tabungnya. Pas mau dipasang tabungnya bunyi. Terus sama teman saya langsung di buang ke samping. Tapi sudah keburu ada api dan meledak,” ucap Imah.

Sedikitnya dua orang terluka dalam peristiwa ini. Keduanya yaitu Aliah (57) sang pemilik warung, dan pegawainya bernama Dewi Patmawati (54). Saat kejadian, kedua korban tengah berada di bagian luar dapur yang menjadi tempat tabung gas dilemparkan. Kedua korban saat itu tengah bekerja mencuci piring di sana, dan terjebak kobaran api.

Dewi Patmawati mengalami luka bakar yang paling parah yakni mencapai 80 persen. Sedangkan Aliyah hanya mengalami luka bakar yang tidak terlalu serius.

“Saat ini korban Dewi Patmawati masih dalam kondisi sadar. Tapi mengingat kondisi luka bakar tingkat tiga yang luas, korban akan kami tempatkan di ruang intensif untuk penanganan selanjutnya,” ucap dr Yudha Herlambang, Wakil Direktur RSUD dr Murjani, Sampit.

Kasus kebocoran tabung gas elpiji tiga kilogram ini sekarang sudah ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Sejumlah barang bukti yang terkait dengan peristiwa ini, terutama tabung gas warna hijau, juga telah diamankan petugas, guna proses penyelidikan selanjutnya.


Editor : Himas Puspito Putra