Suku Anak Dalam dan Satpam Korban Penembakan di Sarolangun Sepakat Berdamai

Azhari Sultan ยท Selasa, 11 Januari 2022 - 11:35:00 WIB
Suku Anak Dalam dan Satpam Korban Penembakan di Sarolangun Sepakat Berdamai
Penandatanganan perjanjian damai Suku Ana Dalam (SAD) dengan satpam perusahaan. (MPI/Azhari Sultan)

SAROLANGUN, iNews.id - Kasus penembakan yang dilakukan oleh tiga warga Suku Anak Dalam (SAD) terhadap satpam perusahaan di Sarolangun, Jambi berakhir damai. Warga SAD dan korban sepakat menandatangani perdamaian.

Perdamaian dilakukan di Balai Kantor Camat Air Hitam, Senin (10/1/2022).

"Disaksikan langsung Wakapolda Jambi Brigjen Yudawan Roswinarso dan Bupati Sarolangun Cek Edra," kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulya Prianto, Selasa (11/1/2022).

Menurutnya, deklarasi damai ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada SAD agar dapat beraktivitas dengan tenang dan aman. Apabila permasalahan ini terus berlanjut akan memakan waktu yang panjang. 

Selain itu, diprediksi dapat menimbulkan permasalahan baru di Kecamatan Air Hitam.

Wakapolda Jambi Brigjen Yudawan Roswinarso mengatakan, Polri dan TNI memberi perhatian kepada Suku Anak Dalam. Beberapa warga direkrut sebagai anggota yakni Bripda Perbal (Polri) dan Pratu Budi (anggota TNI AD).

"Tujuannya adalah agar Suku Anak Dalam dapat mengetahui bahwasanya mereka memiliki hak yang sama untuk menjadi abdi negara," kata Yudawan.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengucapkan terima kasih atas perdamaian ini. Dia berharap semua pihak tidak ada lagi saling dendam di kemudian hari.

Dia mengatakan, selama ini upaya Pemerintah Kabupaten Sarolangun sudah sangat baik untuk melakukan pendekatan dan kepada warga SAD maupun pihak perusahaan. Perusahaan diminta bergabung dengan pemerintah untuk memperhatikan ekonomi dan pendidikan warga SAD dengan cara memberikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersedia menyiapkan lahan untuk lahan kebun sawit yang hasilnya dapat dibagi-bagi dengan warga SAD. 

"Untuk warga SAD disampaikan bahwasanya pencurian itu merupakan tindakan melawan hukum, dalam hukum adat pun dilarang untuk melakukan pencurian," katanya.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: