Sukses Gelar Konferensi Polwan Sedunia di Labuan Bajo, Brigjen Pol Juansih: Semuanya Kagum
JAKARTA, iNews.id - Konferensi Polwan Internasional atau International Association of Women Police (IAWP) ke-58 sukses digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Panitia IAWP, Brigjen Pol Juansih bersyukur karena semua delegasi kagum dengan deretan kegiatan tersebut.
Brigjen Pol Juansih mengatakan, agenda internasional ini pertama kali dilaksanakan di Asia dan Indonesia jadi tuan rumahnya. Pengajuan ini dilakukan dari tahun 2019 di Ekuador.
“Sesuai hasil bidding di Quito, Ekuador pada tahun 2019 lalu, Polri telah diberi kepercayaan oleh Dewan Direksi IAWP untuk menjadi tuan rumah Konferensi IAWP 2020. Tapi karena pandemi diundur 2021," ucapnya, Rabu (17/11/2021).

Juansih juga menyebutkan sebelumnya, Yogyakarta jadi pilihan sebagai lokasi konferensi. Namun, kondisi Yogyakarta saat itu tidak memungkinkan. Pilihan pun jatuh ke Labuan Bajo.
"Saat bidding kami merencanakan di Yogyakarta tahu 2021, namun atas pertimbangan lain kita alihkan ke Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas yang dicanangkan Pemerintah," katanya.
"Konferensi itu sendiri selain untuk membangun Jaringan dengan sesama perempuan penegak hukum di seluruh dunia, peningkatan kapasitas, best practices juga mempromosikan keindahan Labuan Bajo kepada dunia serta mengangkat para UMKM yg selama ini terpuruk dengan adanya konferensi ini UMKM ikut terangkat dan bangkit lagi,"ujarnya lagi.
Event yang seharusnya digelar pada September 2021 pun diundur 6-11 November 2021. Juansih memastikan selama gelaran tersebut protokol kesehatan menjadi prioritas. Kabar baiknya tidak ada satu peserta yang terdeteksi positif Covid-19.
"Tes PCR dan antigen terus kita lakukan, alhamdulillah tidak ada yang positif," ucapnya.
Hal yang paling membanggakan yakni ketika agenda ini bisa digelar secara hibryd yakni online dan offline. Kegiatan ini juga menjadi yang pertama di event tersebut. Dari 39 negara dari seluruh dunia, 12 di antaranya hadir offline.
"Kami menggunaakan hibryd dan lagi-lagi ini pertama kali dilakukan ya. Peserta offline maupun online sebanyak 980 orang dan delapan organisasi Internasional sprt ; ICITAP, UNODC, ICRC, ASEANAPOL. Semuanya kagum karena tidak ada kendala jaringan atau apapun," ucapnya.
Kesuksesan ini pun diakui perwakilan polwan dari Kanada Joanne Keeping. Dia mengatakan, sebagai negara yang pernah jadi panit
"Saya mengapresiasi Polwan Indonesia atas penyiapan konferensi yang luas biasa. Saya tahu rasanya karena pernah jadi panitia IAWP 2014 di Kanada," kata Joanne.
Editor: Nani Suherni