Sudah Disahkan, Kemenag Lombok Barat Batalkan Pernikahan Sejenis

Muzakir ยท Jumat, 12 Juni 2020 - 01:09:00 WIB
Sudah Disahkan, Kemenag Lombok Barat Batalkan Pernikahan Sejenis
MH menunjukan buku nikah bersama pasangannya MT yang ternyata lelaki tulen usai akad nikah di Lombok Barat, NTB, 2 Juni 2020 lalu. (Foto: iNews/Muzakir)

LOMBOK BARAT, iNews.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat akhirnya membatalkan pernikahan sejenis pasangan MH (31) dan Mita alias Sup (25) yang sempat disahkan dan dicatat dalam akta nikah. Pembatalan itu setelah diketahui pasangan pengantin yang menikah di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri pada 2 Juni 2020 lalu itu ternyata sesama laki-laki.

“Setelah menerima informasi itu (pernikahan sejenis), kami kemudian mengajukan pembatalan pernikahan ke Kemenag Lombok Barat dan telah disetujui,” kata Kepala KUA Kediri, Suhaemi, Kamis (11/6/2020).  

Suhaemi juga mendorong proses hukum atas kasus pernikahan sejenis tersebut karena sangat mencoreng nama baik KUA.

Menurut Suhaemi, KUA Kediri merasa tertipu telah mengesahkan pernikahan sejenis MH dan MT alias Sup yang ramai di bicarakan masyarakat. Sebab, pelaku bisa mendapatkan dokumen kependudukan dan syarat nikah dengan lengkap tanpa ada kekurangan.

“Atas kejadian iitu, KUA sangat dirugikan karena produk yang di keluarkan dipalsukan pelaku. Kami juga sangat terpukul dan banyak yang mempertanyakan soal proses administrasi, sehingga bisa lolos menikahkan pasangan sejenis,” ujarnya.

Menurut Suhaemi, sebelum menikahkan pasangan sejenis MT dan MH, petugas KAU sudah meneliti dokument yang diajukan pelaku MT melalui suaminya S alias MH ke KUA.

“Kami (KUA) kemudian memproses permohonan akta nikah dan prosesi pernikahan secara sah berdasarkan aturan pernikahan karena semua proses dan dokumen dari KUA, Lurah Ampenan Kota Mataram sudah melayangkan rekomendasi untuk dilangsungkan pernikahan,” paparnya.

Selain itu, kata dia, surat keterangan sehat dari puskesmas juga berhasil didapatkan dengan keterangan pelaku berjenis kelamin laki-laki, berikut juga ijazah madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Mataram dan KTP dilampirkan.

“Karena itu, yang menerima berkas itu langsung diproses dan meminta percepatan pernikahan yang semula dilakukan tanggal 5 Juni dimajukan pada tanggal 2 Juni,” ujarnya.

Namun selang beberapa hari setelah pernikahan itu, Suhaemi menerima kabar jika ternyata sang istri berjenis kelamin laki-laki.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNewsRegional di Google News

Bagikan Artikel: