Suami Istri Diarak Puluhan Korban Arisan Online ke Kantor Polisi

Adrianus Susandra, Maskun Sopwan · Jumat, 09 Maret 2018 - 06:08:00 WIB
Suami Istri Diarak Puluhan Korban Arisan Online ke Kantor Polisi
Korban penipuan berkumpul di depan kantor Polresta Jambi melihat pengelola arisan online menjalani pemeriksaan. (Foto: iNews/Adrianus Susandra)

JAMBI, iNews.id – Puluhan warga yang merasa ditipu mengarak sepasang suami istri pengelola arisan online dari rumahnya ke Polresta Jambi, Kamis malam (8/3/2018). Para korban menuntut Marisa Sapitri (23) dan suaminya Adi (25) mengembalikan uang mereka yang berjumlah Rp724 juta.

Menurut warga, sedikitnya 53 orang yang menjadi korban penipuan arisan online. Mereka menyetorkan uang mulai dari Rp10 juta hingga ratusan juta kepada suami istri warga Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah Lama, Kota Jambi itu. Marisa dan Adi sebelumnya menjanjikan lewat promo di Facebook dan grup WhatsApp bisa menggandakan uang anggota arisan hingga 100%. Namun hingga tiga bulan, suami istri itu tidak juga mengembalikan uang mereka.

Puluhan korban yang masih menunggu hingga Kamis malam di Kantor Polresta Jambi meminta pelaku segera mengembalikan uang mereka yang telah disetorkan. Para korban sebelumnya sudah mendatangi rumah pengelola arisan online itu, namun tidak ada kepastian kapan uang mereka dikembalikan.

“Kami bawa pelaku suami istri ini ke Polresta Jambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kami semua korban sudah jenuh. Menurut pelaku, uangnya habis. Kami sebagai korban terus menuntut hak kami agar uang kami dikembalikan,” kata salah seorang korban, Angga.


Hingga Kamis malam, suami istri yang dilaporkan dalam kasus penipuan arisan online itu masih menjalani pemeriksaan di Polresta Jambi. Beberapa orang korban penipuan telah melapor secara resmi kepada polisi agar kasus penipuan tersebut segera ditindaklanjuti. Mereka berharap bisa mendapatkan kembali uang yang telah disetorkan.

Sebelumnya, Kamis sore, puluhan korban arisan online juga sudah mendatangi rumah pasangan suami istri tersebut di RT 26, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Mereka pun sempat berdialog. Dalam pertemuan, suami istri pengelola arisan online meminta waktu selama dua bulan untuk mengembalikan uang para korban yang telah disetorkan tiga bulan lalu. Bahkan, mereka bersedia memberi jaminan sertifikat tanah.

Namun, seluruh korban tidak setuju dan tetap meminta uangnya dikembalikan. Karena tidak ada solusi, para korban akhirnya membawa suami istri itu ke Polresta Jambi.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: