Siswi SMP Dikeroyok di Pontianak, Polisi Sebut Pelakunya 3 Orang

Barlian Pasore ยท Rabu, 10 April 2019 - 12:03 WIB
Siswi SMP Dikeroyok di Pontianak, Polisi Sebut Pelakunya 3 Orang
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhamad Husni Ramli memaparkan perkembangan kasus penganiayaan siswi SMP di Pontianak, Kalbar, Rabu (10/4/2019). (Foto: iNews/Barlian Pasore)

PONTIANAK, iNews.id – Seorang siswi kelas 2 SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, (Kalbar), dianiaya hingga luka-luka dan trauma. Dari hasil pemeriksaan Polresta Pontianak, pelaku penganiayaan pada Jumat, 29 Maret itu berjumlah tiga orang. Sementara motif pelaku belum diketahui.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Komisaris Polisi (Kompol) Muhamad Husni Ramli mengatakan, informasi yang beredar di media sosial menyebutkan pelaku pengeroyokan korban berinisial AD (14), sebanyak 12 orang. Namun, dari hasil pemeriksaan, terduga pelakunya tiga orang.

“Sampai saat ini dari hasil pemeriksaan kami, terduga pelakunya hanya tiga orang,” ujar Husni saat pemaparan di Mapolresta Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Husni mengatakan, polisi masih akan memeriksa para terduga pelaku. Polisi juga melengkapi saksi-saksi penganiayaan itu untuk penetapan tersangka. “Kami juga masih berkoordinasi dengan pihak mitra Rumah Sakit Pro Medika untuk rekam medis dari korban,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, lokasi penganiayaan korban AD ada di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya Pontianak. Kejadian bermula pada Jumat, 29 Maret lalu. Korban datang ke rumah sepupunya PP. AD dan PP kemudian meninggalkan rumah dengan sepeda motor.

Keduanya ternyata diikuti dua pengendara sepeda motor yang tidak dikenal korban. Setelah sampai di Jalan Sulawesi, keduanya dicegat. Tiba-tiba, dari belakang, salah satu pelaku berinisial TR menyiramkan air dan menarik rambut AD hingga terjatuh ke aspal. Tidak sampai di situ saja, pelaku EC menginjak perut AD dan membenturkan kepalanya ke aspal.

“Setelah kejadian itu, korban sempat berusaha melarikan diri bersama sepupunya PP,” kata Husni.

Namun, para pelaku mengejar AD dan sepupunya. Mereka kemudian mencegat keduanya oleh pelaku TR dan LL di Taman Akcaya, yang tidak jauh dari Jalan Sulawesi. TR memiting AD sedangkan LL menendang bagian perut korban dan disebut mengenai alat kelaminnya.

“Namun, pada saat kejadian itu warga sekitar melihat aksi penganiayaan para pelaku sehingga mereka melarikan diri,” ujar Husni.


Editor : Maria Christina