Sidang Oknum TNI Bunuh Istri di Polewali Mandar, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

Huzair Zainal ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 13:46 WIB
Sidang Oknum TNI Bunuh Istri di Polewali Mandar, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati
Sersan Novri terdakwa kasus pembunuhan saat menjalani sidang miiter di PN Polewali, Senin (2/12/2019). (Foto: iNews/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR, iNews.id – Kasus pembunuhan yang diawali penemuan mayat dalam karung di saluran irigasi wilayah Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki tahap persidangan. Terdakwa tak lain suami korban yakni Sersan Novri, anggota TNI yang berdinas di Makodim 1402 Polman.

Pantauan iNews, sidang militer ini berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Polewali, Senin (2/12/2019). Puluhan keluarga dan kerabat korban tampak berunjuk rasa di halaman depan lokasi persidangan. Mereka membawa spanduk dan berorasi, beberapa di antaranya bahkan histeris dan menuntut pelaku dihukum mati.

Kuasa hukum keluarga korban Abdul Kadir berharap, oditur Pengadilan Militer jeli melihat perbuatan jahat terdakwa. Di mana dia sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban.

“Kami harap oditur sebagai jaksa penuntut benar-benar dapat menggali persoalan ini agar rasa keadilan bagi keluarga korban dapat terpenuhi,” ujarnya.

Keluarga meminta oditur dari Pengadilan Militer Makasar segera menjatuhkan hukuman yang setimpal atas perbuatan terdakwa terhadap korban. Tindakan pelaku menghabisi korban dengan cara sadis sangat melukai hati anggota keluarga.

“Keluarga sangat kehilangan karena korban ini anak yang berbakti. Korban juga merupakan tulang punggung keluarga, termasuk bagi terdakwa,” katanya.

Diketahui, Sersan Novri merupakan tersangka tunggal pembunuhan terhadap korban Jayanti Mandasari. Korban diketahui istri siri pelaku yang mayatnya ditemukan membusuk dalam karung di saluran irigasi Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar pada awal Oktober silam. Pembunuhan ini diduga atas dasar motif cemburu pelaku terhadap korban yang dituduh telah berselingkuh.


Editor : Donald Karouw