Sepasang Kekasih Remaja di Padang Ditangkap karena Jadi Muncikari PSK Anak di Bawah Umur

Budi Sunandar ยท Selasa, 04 Februari 2020 - 23:00 WIB
Sepasang Kekasih Remaja di Padang Ditangkap karena Jadi Muncikari PSK Anak di Bawah Umur
Kedua tersangka muncikari yang juga sepasang kekasih diinterogasi polisi di Mapolresta Padang, Sumbar, Selasa (4/2/2020). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Usia memang masih remaja, namun sepasang kekasih asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar), ini sudah berpengalaman menjadi muncikari. Keduanya khusus memperdagangkan anak-anak di bawah umur sebagai pekerja seks komesial (PSK) melalui aplikasi MiChat.

Kedua tersangka yakni, Fitri (18), dan pacarnya Okta (18). Pasangan remaja ini akhirnya ditangkap Tim Sat Reskrim Polresta Padang Sumbar, setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

Fitri ditangkap di daerah Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/2/2020). Sementara pacarnya Okta, ditangkap di salah satu hotel berbintang di daerah Sudirman, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Keduanya langsung digelandang polisi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang.

Penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan keluarga korban. Mereka kaget mengetahui keluarganya terlibat dalam bisnis prostitusi online. Setelah ditelusuri, ternyata korban jatuh dalam dunia gelap itu karena diajak oleh kedua tersangka.

“Sesuai dengan informasi dari orang tua korban, kami melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edryan Wiguna, Selasa (4/2/2020).

Edryan mengatakan, dua orang muncikari pasangan sejoli itu mengeksploitasi anak di bawah umur sebagai PSK melalui aplikasi Mechat. Pasangan ini memasang tarif rata-rata Rp250.000 hingga Rp300.000 untuk sekali kencan dengan anak-anak malang itu.

Untuk sekali transaksi seksual, korban harus menyetorkan uang Rp100.000 hingga Rp200.000 kepada kedua tersangka. Sebagai muncikari, Fitri dan Okta berperan mencarikan pelanggan pria hidung belang.

“Rata-rata para korban masih berusia 15 tahun dan berstatus pelajar. Korban langsung dibawa ke beberapa hotel di Kota Padang,” ujarnya.

Hingga saat ini, Polresta Padang masih menyelidiki kasus prostitusi anak itu. Polisi juga masih mendalami untuk mengetahui jumlah anak di bawah umur yang menjadi korban karena terlibat kasus prostitusi online.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 88 junto pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata AKP Edryan Wiguna Kasat Reskrim Polresta Padang.

Sementara salah satu tersangka, Okta mengakui perbuatannya. Untuk setiap transaksi, dia dan pacarnya mendapat uang sebesar Rp100.000 hingga Rp200.000.

“Iya pakai MiChat, kami jual Rp250.000, kadang Rp300.000. Yang kami jual rata-rata usianya 15 tahun. Saya hanya terbawa-bawa aja ikut bisnis ini,” kata Okta, yang sehari-hari bekerja sebagai petugas parkir di salah satu rumah sakit di daerah Ganting, Kota Padang.


Editor : Maria Christina