Sepasang Kekasih Ditangkap usai Aborsi di Penginapan, Jasad Bayi Disembunyikan di Lemari

Jemmy Hendrik ยท Jumat, 28 Februari 2020 - 04:03 WIB
Sepasang Kekasih Ditangkap usai Aborsi di Penginapan, Jasad Bayi Disembunyikan di Lemari
Tersangka FA saat diperiksa di Mapolres Banggai, Sulteng, Kamis (27/2/2020). FA diamankan bersama kekasihnya YM karena melakukan aborsi. (Foto: iNews/Jemmy Hendrik)

BANGGAI, iNews.idPolres Banggai mengamankan sepasang kekasih yang melakukan aborsi di sebuah penginapan di Kota Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Polisi juga menemukan jasad bayi yang disembunyikan keduanya di lemari penginapan itu.

Pasangan yang ditangkap, yakni perempuan berinisial YM (19), warga Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, dan kekasihnya FA (20), warga Kelurahan Eteng, Kecamatan Masama.

Penangkapan keduanya berawal saat personel Sabhara menggelar patroli rutin di sejumlah penginapan pada Selasa (25/2/2020) lalu. Saat razia di salah satu penginapan Wisma Permai di Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, polisi menemukan pasangan yang belum menikah, YM dan FA.

“Patroli rutin Kepolisian sekalian mengecek penginapan itu dilakukan sekitar jam 2. Personel Sabhara menemukan pasangan kekasih itu di kamar 105 Wisma Permai,“ kata KBO Satreskrim Polres Banggai Iptu Teddy Polii di Palu, Kamis (27/2/2020).

Dari hasil pemeriksaan, petugas juga menemukan kardus dalam lemari kamar penginapan. Setelah dibuka, ternyata berisi jasad bayi. “Bayi itu dibungkus kain dan sudah tidak bernyawa,” katanya.

Polisi yang curiga kemudian meminta keterangan dari pasangan kekasih. Keduanya tidak membantah bayi itu hasil dari hubungan mereka. YM mengaku baru aborsi dibantu kekasihnya FA.

“Stelah diinterogasi, keduanya mengaku masih pacaran, sudah dua tahun dan melakukan hubungan suami istri. Sampai akhirnya si perempuan hamil. Tapi karena hubungan mereka tidak direstui orang tua laki-laki, akhirnya mereka aborsi,” katanya.

Teddy mengatakan, pascapenemuan jasad bayi hasil aborsi tersebut, polisi telah mengamankan pasangan kekasih itu. Dari hasil pemeriksaan, saat ini penyidik baru menetapkan satu tersangkan berinisial FA yang merupakan ayah dari jasad bayi. “Sedangkan YM masih dalam perawatan medis setelah melakukan aborsi,” katanya.

Penyidik juga sudah memeriksa lima orang saksi yang terkait dalam aborsi ini sehingga tersangka diperkirakan bertambah. Pasalnya, saat aborsi, sepasang kekasih itu turut dibantu tenaga honorer di salah rumah sakit di Luwuk, Kabupaten Banggai. YM diminta mengonsumsi salah satu jenis obat keras.


Editor : Maria Christina