Sempat Diputus Bersalah, Korban Inses di Jambi Akhirnya Divonis Bebas

Adrianus Susandra, Antara ยท Selasa, 28 Agustus 2018 - 16:30 WIB
Sempat Diputus Bersalah, Korban Inses di Jambi Akhirnya Divonis Bebas
Pelaku pemerkosaan adik kandung, AS, adiknya WA, dan ibunya AD saat ditahan di Mapolres Batanghari, Jambi. (Foto: iNews.id/Dok)

JAMBI, iNews.id – Pengadilan Tinggi (PT) Jambi akhirnya menjatuhkan hukuman atau vonis bebas terhadap WA (15), korban inses atau hubungan seksual sedarah yang dilakukan kakak kandungnya, yakni AS (18). Sebelumnya WA sempat diputus bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batanghari beberapa waktu lalu.

Humas PT Jambi Hasolon Sianturi mengatakan, terdakwa WA divonis majelis hakim dengan putusan bebas. Hukuman itu dibacakan oleh hakim dipimpin Jhon Diamond Tambunan dan anggota Hiras Sihombin serta Efran Basuning.

“Putusan majelis hakim PT Jambi tersebut dibacakan pada perkara banding kasus anak dengan terdakwa WA, pada Senin 27 Agustus 2018,” kata Hasolon Sianturi di Jambi, Selasa (28/8/2018).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa WA telah terbukti melakukan tindak pidana aborsi. Namun, yang dilakukannya dalam keadaan terpaksa sehingga melepaskan korban WA dari segala tuntutan hukum.

Selain itu, hakim juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk memulihkan hak anak dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya.

“Kemudian membebankan biaya perkara untuk kedua tingkat peradilan baik peradilan tingkat pertama maupun peradian tingkat banding kepada negara,” kata Hasolon Sianturi.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Muara Bulian, Kabupaten Batanghari menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap AS (18), terdakwa kasus hubungan sedarah yang berujung aborsi terhadap adik kandungnya WA (15). WA juga dijatuhi hukuman enam bulan penjara.

Selain pidana penjara, kedua kakak beradik tersebut juga dijatuhi pidana tambahan berupa pelatihan kerja selama tiga bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Muara Bulian, Kabupaten Batanghari. Vonis terhadap kedua terdakwa tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Batanghari.

“Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa AS, kakaknya dituntut tujuh tahun penjara, sedangkan adiknya WA dituntut satu tahun penjara,” kata Hasolon.

Sebelumnya diberitakan, WA diperkosa kakak kandungnya AS hingga hamil. Untuk menutupi aib keluarga, ibu kandung mereka AD (38) memaksa WA aborsi. Kasat Reskrim Polres Batanghari Jambi Iptu Dimas Arki mengatakan, dari hasil pemeriksaan, AS memerkosa adik kandungnya karena sering menonton film porno.


Editor : Maria Christina