Sempat Bakar-bakaran Rumah, Warga 2 Desa di Buton yang Berkonflik Sepakat Berdamai

Andhy Eba ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 21:30:00 WIB
Sempat Bakar-bakaran Rumah, Warga 2 Desa di Buton yang Berkonflik Sepakat Berdamai
Warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo yang terlibat bentrokan hebat pada akhir Juni lalu sepakat berdamai dengan membacakan deklarasi damai di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/Andhy Eba)

BUTON, iNews.id – Masih ingat dengan kasus warga dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang bentrok hingga berujung dengan aksi pembakaran puluhan rumah pada akhir Juni 2019 lalu? Konflik juga memakan dua korban jiwa. Kini, warga kedua desa sepakat berdamai dan melupakan kenangan buruk itu.

Perdamaian itu dituangkan dalam deklarasi damai yang digelar di Desa Gunung Jaya, Kamis (12/12/2019). Naskah deklarasi damai dibacakan oleh perwakilan warga dari Desa Sampuabalo, dan diikuti seluruh masyarakat dari Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Kecamatan Siontapina.

Dengan demikian, dua desa yang sempat bertikai usai Hari Idul Fitri lalu, sepakat untuk menyudahi konflik yang terjadi. Pembacaan deklarasi damai juga disaksikan oleh Gubernur Sultra Ali Mazi, Danrem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, Bupati Buton La Bakry dan sejumlah pejabat pemerintah daerah.

Warga kedua desa berharap dengan adanya deklarasi damai tersebut, diharapkan ke depan tidak terjadi lagi konflik sosial di tengah-tengah masyarakat. Ini khususnya di antara masyarakat Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo.

“Kami bersepakat untuk damai. Kami siap menjaga dan membangun ketentraman dan ketertiban lingkungan secara, Kami jadikan konflik lalu sebagai sejarah, pengalaman pahit untuk tidak terulang kembali,” kata warga beramai-ramai.

Warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo yang terlibat bentrokan hebat pada akhir Juni lalu sepakat berdamai dengan membacakan deklarasi damai di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/Andhy Eba)
Warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo yang terlibat bentrokan hebat pada akhir Juni lalu sepakat berdamai dengan membacakan deklarasi damai di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/Andhy Eba)

Danrem 143 Haluoleo, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto mengatakan, sejumlah bangunan di Desa Gunung Jaya yang rusak akibat dibakar oleh warga Desa Sampuabalo sudah selesai dibangun kembali dan saat ini sudah ditinggali oleh warga. Pembangunan rumah dikerjakan oleh TNI kurang lebih tiga bulan.

“Kami sudah selesaikan semua dan alhamdulillah pekerjaan ini bisa kami selesaikan tepat waktu. Manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat,” kata Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.

Warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo yang terlibat bentrokan hebat pada akhir Juni lalu sepakat berdamai dengan membacakan deklarasi damai di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/Andhy Eba)
Warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo yang terlibat bentrokan hebat pada akhir Juni lalu sepakat berdamai dengan membacakan deklarasi damai di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra, Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews.id/Andhy Eba)

Untuk diketahui bentrokan antarkampung antara Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo di Buton terjadi di Hari Lebaran 2019 lalu. Puluhan rumah dibakar massa.

Selain itu, dua orang meninggal dunia akibat bentrokan tersebut. Sejumlah warga Desa Sampoabalu pun yang terlibat kasus pembakaran sudah diamankan polisi. Bentrokan tersebut membuat situasi di kedua desa sempat mencekam.


Editor : Maria Christina