Seekor Harimau Sumatera Betina dari Solo Didatangkan ke Lampung untuk Dikawinkan

Andres Afandi ยท Minggu, 13 September 2020 - 07:36 WIB
Seekor Harimau Sumatera Betina dari Solo Didatangkan ke Lampung untuk Dikawinkan
Vidi, seekor harimau sumatera didatangkan dari Solo ke Lampung untuk dikawinkan. (Foto: iNews/Andres Afandi)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Seekor harimau sumatera berjenis kelamin betina didatangkan ke Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Lampung dari Taman Satwa Taru Jurug (TSYJ) Solo, Jawa Tengah (Jateng). Rencananya, harimau berusia 15 tahun ini akan dikawinkan dengan seekor pejantan usia tujuh tahun penghuni Lembah Hijau.

Harimau betina dari Solo bernama Vidi ini tiba Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Lampung, Sabtu (12/9/2020) siang. Agar tidak stres, Vidi dimasukkan ke dalam peti besi. Selanjutnya, Vidi menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Lembah hijau.

Vidi yang merupakan hasil pengembangbiakan TSYJ Solo ini dinyatakan sehat dan kemudian dimasukkan ke dalam kandang isolasi. Vidi akan tinggal di kandang tersebut beberapa pekan.

Nantinya, Vidi akan dikawinkan dengan seekor harimau liar jantan bernama Kyay Batua. Harimau jantan ini sebelumnya terkena jerat pemburu di wilayah Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Juli tahun lalu. Dia telah menghuni Lembah hijau selama satu tahun terakhir.

Akibat konflik dengan manusia tersebut, Batua mengalami luka di kaki depan bagian kanan. Luka yang parah membuat bagian ujung kaki Batua harus diamputasi.

Komisaris Utama Lembah Hijau, Irwan Nasution mengatakan, proses mendatangkan harimau betina ini merupakan tahap ke tiga dalam perawatan Batua. Tahapan pertama yakni penyelamatan Batua saat terjadi konflik dengan manusia setahun lalu.

“Sementara tahap kedua yakni pemeriksaan kesehatan termasuk pengambilan sampel darah,” katanya.

Dia mengatakan, di TSJY Solo memiliki satu pejantan dan dua betina. Namun mereka tidak memungkinkan untuk dikembangbiakkan lantaran masih sedarah.

“Mudah-mudahan pendekatan antara Vidi dan Batua berjalan lancar, sehingga dapat meningkatkan kualitas harimau sumatera khususnya di lembaga konservasi,” katanya.

Walaupun belum pernah melakukan penangkaran harimau sumatera, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bengkulu-Lampung optimis, Lembah Hijau mampu mengembangbiakkan hewan langka dan dilindungi ini.

Kepala Seksi BKSDA Bengkulu Seksi III Wilayah Lampung, Hifzon Zawahiri berharap kedua harimau ini dapat dikembangbiakkan. “Kami optimis bisa mengembangbiakkan keduanya, meski beda usia,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah