Sales Gelapkan Ratusan Juta Uang Perusahaan, Dihabiskan untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 18:05:00 WIB
Sales Gelapkan Ratusan Juta Uang Perusahaan, Dihabiskan untuk Kebutuhan Sehari-hari
Sales yang nekat menggelapkan uang perusahaan hingga ratusan juta rupiah diamankan Polsek Kumai jajaran Polres Kobar. (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id - Seorang sales perusahaan nekat menggelapkan uang ratusan juta milik perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Pelaku berinisial ARM (35), warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), yang dilaporkan perusahaannya kini telah diamankan anggota Polsek Kumai jajaran Polres Kobar.

Kapolsek Kumai Iptu Ancas mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan dari PT Ongko Wijoyo Aneka Ruber kepada polisi pada 7 Oktober 2020 lalu. ARM disebutkan beberapa kali tidak menyetorkan uang yang telah dibayar costumer ke perusahaan. Hal ini diketahui setelah perusahaan melakukan audit keuangan.

“Saat dilakukan audit, ternyata didapatkan hasil bahwa salesman atas nama ARM beberapa kali tidak menyetorkan uang yang telah dibayar costumer sejak bulan Mei sampai Agustus 2020 ke PT Ongko Wijoyo Aneka Ruber Cabang Pangkalan Bun,” kata Kapolsek, Jumat (9/10/2020).

Dari informasi itu, petugas kemudian langsung mencari keberadaaan pelaku. Polisi akhirnya mengamankan pelaku di kediamannya tanpa perlawanan dan menyita sejumlah barang bukti. “Pelaku berikut barang bukti berupa satu bundel lembar audit diamankan Polsek Kumai guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Akibat perbuatan pelaku, PT Ongko Wijoyo Aneka Ruber mengalami kerugian senilai Rp109,8 juta. Dari pemeriksaan polisi, uang yang digelapkan tersebut telah dihabiskannya.

"Uang perusahaan yang digelapkan pelaku sudah habis dipergunakan pelaku untuk membiayai kehidupan sehari-hari," kata Iptu Ancas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 374 KUH Pidana tentang penggelapan dalam jabatan. Pelaku diancam hukuman penjara maksimal lima tahun.


Editor : Maria Christina