Sadis, Suami Bacok Istri hingga Luka Parah Bersimbah Darah di Bungo lalu Kabur

Budi Utomo · Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:33:00 WIB
Sadis, Suami Bacok Istri hingga Luka Parah Bersimbah Darah di Bungo lalu Kabur
Korban yang dibacok suaminya dirawat intensif di  Puskesmas Desa Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi, Kamis (29/10/2020). (Foto: iNews/Budi Utomo)

BUNGO, iNews.id - Seorang suami di Kampung Sungai Beringin, Desa Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, tega membacok istrinya hingga luka di wajah menganga. Usai menganiaya istrinya Rosdianti (28), pelaku Aang langsung melarikan diri.

Penganiayaan ini terjadi pada Rabu (28/10/2020). Belum diketahui pasti motif pelaku tega membacok sang istri. Kejadian ini baru diketahui saat korban membangunkan kedua anaknya yang tidur pulas, sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat itu, kedua anak korban, Riski (13) dan Husni (10), langsung berteriak histeris melihat kondisi ibunya dengan luka menganga di bagian wajah. Mereka meminta pertolongan tetangga.

Para tetangga korban yang mendengar jeritan kedua anak korban langsung mendatangi rumah korban yang berada di perkebunan karet itu. Warga selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Desa Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga saat ini, Rosdianti yang mengalami luka robek parah di bagian wajah sebelah kiri dan lengan sebelah kiri masih dirawat intensif.

Kasat Reskrim Polres Bungo AKP M Riedho Syawaludin Taufan mengatakan, polisi saat ini masih menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa korban. Polisi belum bisa meminta keterangan dari korban karena masih dirawat intensif.

"Korban dibacok oleh suaminya sendiri. Sementara ini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat intensif," ujar AKP M Riedho.

Dia juga mengatakan, polisi sampai saat ini belum mengetahui motif pelaku tega membacok istrinya hingga luka parah. Pasalnya, pelaku langsung kabur usai kejadian.

"Untuk pelaku, kami masih melakukan pengejaran karena tidak ditemukan di lokasi usai menganiaya sang istri," katanya.

Editor : Maria Christina