Rusak Rumah Gara-Gara Game Free Fire, Mahasiswa Kendari Ditangkap Polisi

Rahmat Buhari ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 14:10 WIB
Rusak Rumah Gara-Gara Game Free Fire, Mahasiswa Kendari Ditangkap Polisi
SW, salah satu mahasiswa yang ditangkap polisi karena rusak rumah yang digunakan untuk kompetisi game (Rahmat Buhari/iNews)

KENDARI, iNews.id - Jajaran Satreskrim Polsek Ranomeeto menangkap seorang mahasiswa. Mahasiswa berinisial SW ini ditangkap karena melakukan perusakan rumah yang sedang menyelenggarakan kompetisi game online. Selain perusakan, pelaku diduga menganiaya mahasiswa lainnya.

Kapolsek Ranomeeto AKP Dedi Hartoyo mengatakan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menurut Dedi, pelaku ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan jika pelaku dan belasan orang lainnya melakukan perusakan rumah yang ada di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

"Aksi perusakan itu dilakukan pada pertengahan bulan Desember 2019 lalu," ujar Dedi kepada wartawan, Minggu (12/1/2020).

Dedi menambahkan, pelaku merupakan mahasiswa tingkat akhir di salah satu kampus kendari. Saat melakukan aksinya, pelaku dan belasan orang lainnya melempari sebuah rumah serta memukuli rumah yang menggelar kompetisi game online Free Fire. Dari rekaman video, tampak orang-orang memukuli dinding rumah hingga berlubang. Dari lubang itu, para pelaku juga melemparkan batu.

"Diduga pelaku ini tak terima dan menolak diselenggarakan turnamen game online Free Fire di dalam kampus," imbuhnya.

Sekelompok orang yang diduga mahasiswa merusak rumah yang digunakan untuk kompetisi game online Free Fire (Rahma Buhari/iNews)
Sekelompok orang yang diduga mahasiswa merusak rumah yang digunakan untuk kompetisi game online Free Fire (Rahmat Buhari/iNews)

 

Turnamen game online Free Fire ini merupakan event Fasha Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa IAIN Kendari.

Dedi tidak merinci berapa korban penganiayaan dan kerugian materi akibat perusakan itu. Meski begitu, pihaknya masih memburu pelaku lainnya yang terlibat aksi anarkis tersebut.

Selain menangkap SW, polisi juga menyita batu serta batang kayu yang digunakan pelaku untuk merusak rumah. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP ayat 1 dan ayat 2 serta Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto