Rumah Hancur, Korban Banjir Bandang di Sigi Pilih Bertahan di Pengungsian

Antara ยท Senin, 16 Desember 2019 - 12:56 WIB
Rumah Hancur, Korban Banjir Bandang di Sigi Pilih Bertahan di Pengungsian
Warga berada di sekitar rumah yang hancur akibat diterjang banjir bandang di Dusun Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (13/12/2019). (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc)

SIGI, iNews.id – Lima hari pascabanjir bandang yang menerjang di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka belum dapat pulang lantaran banyak rumah yang rusak dan hancur serta tak dapat ditinggali.

Kepala Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Sigi Syaiful Taslim mengatakan, rata-rata korban yang masih tinggal di pengungsian karena rumah mereka hancur rata dengan tanah. Bahkan sampai saat ini, banyak rumah warga yang masih terkubur lumpur saat diterjang banjir bandang pada Kamis (12/12/2019) pukul 18.30 Wita.

"Masih banyak korban yang tetap berada di beberapa titik penampungan pengungsi, khususnya di sekitar Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi,” ujar Taslim, Senin (16/12/2019).

Selain rumah warga, sejumlah infrastrukur juga banyak yang terdampak kerusakan. Seperti jembatan dan jalan yang tertimbun lumpur dan bebatuan.

Kendati demikian, saat ini sudah beberapa badan jalan yang tertimbun lumpur telah kembali dapat dilewati kendaraan. Hal ini setelah aparat gabungan TNI/Polri, Basarnas, Tagana Dinas Sosial, tim TRC BPBD, serta relawan dan masyarakat bergotong royong untuk bersih-bersih.

Taslim mengaku, untuk memulihkan kembali permukiman penduduk yang terdampak banjir bandang masih butuh waktu cukup lama. Material yang menutupi perkampungan penduduk cukup banyak. Bukan hanya lumpur, tetapi juga bebatuan besar dan kayu.

Menurutnya, hampir seluruh warga Desa Bolapapu menjadi korban bencana banjir bandang. Dia pun berharap semua pihak yang peduli kemanusiaan untuk tetap menyalurkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan hidup para penyintas yang rata-rata kehilangan rumah dan isinya.

"Mereka tetap masih butuh bantuan, terutama bahan makanan dan perabotan rumah tangga," katanya.

Hingga saat ini, bantuan dari berbagai pihak kepada korban banjir di Kulawi masih mengalir ke posko induk bencana alam di Desa Bolapapu. Bahan makanan masih cukup sampai beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, banjir bandang di Kulawi menelan korban jiwa dua orang. Kedua korban merupakan ayah dan anak yang tewas tertimbun lumpur setelah terperangkap di dalam rumah saat bencana alam tersebut.


Editor : Donald Karouw