Ribuan Warga Suku Anak Dalam Jambi Terancam Tak Ikut Nyoblos di Pilkada

Azhari Sultan ยท Sabtu, 21 November 2020 - 11:26:00 WIB
Ribuan Warga Suku Anak Dalam Jambi Terancam Tak Ikut Nyoblos di Pilkada
Ilustrasi pencoblosasn 9 Desember libur nasional. (Foto: Istimewa)

JAMBI, iNews.id - Ribuan warga Suku Anak Dalam (SAD) Jambi terancam tidak ikut pemilihan kepala daerah. Pasalnya, dari data yang didapat mereka tidak mempunyai kartu tanda penduduk eletronik (e-KTP).

Komisioner KPU Jambi, Sanusi mengatakan, masih banyak SAD yang tidak memiliki e-KTP sehingga tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan serentak tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

"Dari data yang diterima KPU Provinsi Jambi dari kabupaten dan kota ada 2.150 SAD yang masuk DPT," ucap, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, terkait SAD sampai hari ini belum ada regulasi khusus agar bisa memilih sehingga menjadi keprihatinan. Sedangkan sebelumnya, SAD boleh memilih sebelum regulasi mengatur namun karena ada aturan baru tidak boleh lagi.

"Saat ini e-KTP yang membuat sebagian warga SAD masuk DPT dan ada yang tidak masuk e-KTP menjadi tantangan kita semua," ucap Sanusi.

Lantaran itu, SAD menuntut adanya dialog antara KPU dengan SAD. Namun begitu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena adanya aturan undang-undang regulasi baru harus pakai e-KTP.

"Dari hasil dialog, SAD menuntut menyampaikan kami yang ada disini tanpa e-KTP bisa memilih dan itu keinginan mereka," ujarnya.

Terpisah, Koordinator Pelayanan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Putri Mushandri mengatakan, jumlah SAD di Provinsi Jambi ada 5.235 orang.

"Kalau soal data pilkada, kita tidak tau. Namun, banyaknya orang rimba di Jambi kita data 2018 lalu ada sebanyak 5.235 orang. Diantaranya, Suku Talang Mamak, Batin Sembilang, Orang Rimba dan Suku Duano," katanya.


Editor : Nani Suherni