Rekonstruksi Kasus Mayat Perempuan dalam Karung di Polewali Mandar, Tersangka Oknum TNI

Huzair Zainal ยท Rabu, 06 November 2019 - 17:32:00 WIB
Rekonstruksi Kasus Mayat Perempuan dalam Karung di Polewali Mandar, Tersangka Oknum TNI
Proses rekonstruksi saat pelaku membuang mayat korban dalam karung di saluran irigasi Desa Segerang, Mapili, Polewali Mandar. (Foto: iNews/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR, iNews.id – Kasus mayat perempuan dalam karung di saluran irigasi persawahan Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), memasuki babak baru. Korban pembunuhan yakni Jayanti Mandasari dan pelaku Novri anggota TNI berpangkat Sersan. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

Detasemen Polisi Militer (Denpom) 142 Pare-Pare yang menangani kasusnya menggelar rekonstruksi untuk kelengkapan berkas kasus pembunuhan tersebut, Rabu (11/6/2019). Hampir seratusan warga ikut menyaksikan 65 adegan dari awal mula kejadian hingga tersangka memasukkan mayat korban ke dalam karung dan membuangnya di saluran irigasi persawahan.

Pantauan iNews, proses rekonstruksi dikawal ketat petugas gabungan TNI dan Polri. Adegan pertama dimulai dari rumah orangtua korban yang sekaligus tempat tinggal pasangan suami istri tersebut.

Dari rumah ini, Sersan Novri keluar dan mampir ke Masjid Meredeka Wonomulyo bersama korban. Selanjutnya korban meninggalkan pelaku dengan tujuan untuk mencari uang.

Tak lama korban kembali ke masjid dan keduanya cekcok lantaran pelaku tercium aroma rokok di tubuh korban. Adegan dilanjutkan ke areal persawahan Desa Segerang. Di mana keduanya kembali bertengkar saat berboncengan di atas motor. Korban memukul kepala pelaku dengan helm dari arah belakang.

Usai adegan itu, pelaku yang sudah tersulut emosinya kemudian menghentikan kendaraan dan mereka menuju sebuah gubuk kecil di tengah sawah. Kali ini keduanya bertengkar fisik, di mana korban menendang bagian kaki pelaku bekas luka kecelakaan.

Pelaku yang gelap mata kemudian menunjukkan adegan mencekik leher dan membanting tubuh korban hingga tak sadarkan diri. Melihat korban terkapar tak sadarkan diri, pelaku kembali mencekik dan menginjak rusuk korban hingga patah.

Adegan selanjutnya, pelaku yang menyadari korban telah tewas menuju ke gubuk dan mengambil karung. Dia kemudian memasukkan tubuh korban dan menaikkannya ke atas motor. Saat berada di TKP penemuan mayat, pelaku membuang karung berisi tubuh istrinya tersebut.

Saat adegan ini, emosi keluarga korban yang menyaksikan rekonstruksi tersulut. Mereka marah melihat cara-cara keji pelaku membunuh dan membuang mayat korban. Sejumlah warga di lokasi pun turut ikut meneriaki pelaku hingga petugas berupaya untuk meredakan situasi.

Dandenpom Pare-Pare Letkol CPM Hermanto mengatakan proses rekonstruksi ini untuk kelengkapan berkas karena tahap penyelidikan dan penyidikannya sudah tuntas. Di mana ada 60 adegan yang diperagakan di 16 lokasi berbeda.

“Proses hukum ini sudah sesuai aturan UU hukum pidana. Semua tahapan sudah selesai dan ini saat ini kami lakukan rekonstruksi untuk melengkapi berkas fakta penyelidikan,” ujarnya.

Menurutnya, hasil rekonstruksi menunjukkan tidak ada perencanaan dalam kasus pembunuhan tersebut. Begitupun dengan karung yang dipergunakan untuk membuang korban ditemukan pelaku di lokasi pembunuhan.

“Ini tidak ada perencanaan. Pelaku emosi dan mencekik korban lalu meninggalkannya dalam karung. Karungnya itu juga spontan dia cari. Soal motif ini akibat kekesalan dan sepertinya memang ada mengarah ke faktor cemburu,” katanya.

Sebelumnya mayat Jayanti Mandasari ditemukan warga dalam karung dengan kondisi membusuk di saluran irigasi persawahan Desa Segerang, Kecamaran Mapili, Jumat (4/10/2019). Tak lama berselang, pelaku menyerahkan diri kepada petugas dan mengakui perbuatannya.

Editor : Donald Karouw