Ratusan Sex Toys dan Ribuan Barang Ilegal Senilai Rp2 Miliar Dibakar Bea Cukai Balikpapan

Mukmin Azis ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:09:00 WIB
Ratusan Sex Toys dan Ribuan Barang Ilegal Senilai Rp2 Miliar Dibakar Bea Cukai Balikpapan
Bea Cukai Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memusnahkan barang-barang ilegal senilai dengan cara dibakar, Rabu (12/8/2020). (Foto: iNews/Mukmin Azis)

BALIKPAPAN, iNews.id - Bea Cukai Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memusnahkan barang-barang ilegal senilai Rp2 miliar dengan cara dibakar, Rabu (12/8/2020). Barang ilegal yang masuk melalui PT Pos Indonesia itu di antaranya sex toys atau alat bantu seks dan rokok.

Pemusnahan barang-barang masuk ilegal senilai Rp2 miliar itu dilakukan di Kantor Bea Cukai Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu pagi (12/8/2020) oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (BKPPBC TMPB) Balikpapan Firman Sane Hanafiah, Asisten Tata Pemerintahan Syaiful Bahri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto serta perwakilan unsur TNI dan Polri.

"Total kerugian negara Rp684 juta sedangkan nilai barang diperkirakan Rp2 miliar. Ini barang kiriman ya, bukan paket besar. Jumlah kecil-kecil dari luar barangnya," kata Kepala Kantor KPPBC TMPB Balikpapan Firman Sane Hanafiah.

Adapun perincian barang-barang ilegal yang dimusnahkan Bea Cukai Balikpapan yakni, 666 sex toys dan 3.735 obat kuat. Kemudian, 539.419 batang rokok ilegal, delapan botol hasil pengolahan tembakau lainnya, serta 96 MMEA ilegal yang diperoleh dari berbagai lokasi di Balikpapan dan wilayah lainnya.

Selain itu, 36.821 barang larangan dan pembatasan lainnya yang diperoleh dari barang kiriman melalui PT Pos Indonesia juga turut dimusnahkan. "Barang ada yang dilarang itu periode dari 2015," ujarnya.

Pemusnahan dilakukan terhadap barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai dan tidak sesuai peruntukan. Tindakan itu melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai dan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Sementara Asisten Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Syaiful Bahri mewakili Pemkot Balikpapan mengapresiasi langkah penegahan hingga pemusnahan oleh Bea Cukai tersebut. Pasalnya, pengiriman barang-barang secara ilegal itu telah menimbulkan kerugian negara yang besar.

"Tentunya ini sangat positif karena ini merugikan negara dan dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah serta pendapatan negara. Kami dari pemerintah kota berharap ini nantinya menjadi langkah agar tidak ada lagi peredaran barang ilegal di pasaran," kata Syaiful Bahri.

Editor : Maria Christina