Ratusan Rusa Ditemukan Mati di Pantai Bima NTB, 1 Pelaku Diamankan

Edy Irawan · Minggu, 30 Desember 2018 - 19:30 WIB
Ratusan Rusa Ditemukan Mati di Pantai Bima NTB, 1 Pelaku Diamankan
Petugas Polres Bima mengamankan ratusan bangkai rusa yang dibunuh para pemburu liar di Pantai Torowamba, Sape, Bima, NTB. (Foto: Antara)

BIMA, iNews.id – Ratusan ekor rusa dan kerbau yang merupakan satwa dilindungi ditemukan mati di Pantai Torowamba, Kecamatan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (30/12/2018).

Rusa-rusa yang menghuni Pulau Komodo tersebut diduga dibantai kawanan pemburu liar untuk kemudian dagingnya dijual ke wilayah NTB. Tim gabungan TNI/Polri kini mengamankan ratusan bangkai rusa dan kerbau liar untuk dijadikan barang bukti.

Informasi diperoleh iNews, penemuan ratusan ekor rusa dan kerbau liar yang mati di pinggir pantau pertama kali diketahui seorang anggota Satuan Brimob Papua, Ipda Suriadin. Warga asli Bima, NTB itu bahkan sempat melawan para pelaku saat membongkar hasil buruannya di Pantai Torowamba pada Sabtu (29/12/2018) lalu.

Menurut Suriadin, dirinya mendapat informasi masyarakat bahwa ada ratusan ekor rusa dan kerbau mati di pinggir pantau.

“Saya kebetulan lagi cuti dan pulang kampung. Saya kemudian dapat informasi dari warga kalau ada ratusan rusa dan kerbau yang mati di Pantai Torowamba. Saya lapor ke polsek dan cek ke lokasi. Ternyata benar ada banyak rusa yang sudah mati dengan kondisi bagian tubuh hilang,” kata Suriadin.

Dia menuturkan, rusa-rusa tersebut merupakan hasil buruan para pelaku di Pulau Komodo, NTT yang akan dijual ke daerah Kabupaten/Kota Bima, Dompu dan bahkan ke luar negeri.

Suriadin menambahkan, seorang pelaku berhasil diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bima. Selain itu, dua pucuk senjata api laras panjang yang biasa digunakan untuk berburu ke Pulau Komodo juga sudah disita petugas.

“Kasus ini sudah tengah ditangani oleh pihak Mapolsek Bima. Untuk beberapa pelaku lainnya sudah dikantongi identitasnya oleh petugas dan kini tengah diburu,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki