Ratusan Polisi di Halmahera Selatan Demo, Ruang Kapolres Dipalang

Agus Suprianto ยท Senin, 29 April 2019 - 13:56 WIB
Ratusan Polisi di Halmahera Selatan Demo, Ruang Kapolres Dipalang
Ratusan polisi berdemonstrasi di depan Mapolres Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Senin (29/4/2019). (Foto: iNews/Agus Suprianto)

HALMAHERA SELATAN, iNews.id – Ratusan anggota polisi yang bertugas di Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan, Maluku Utara, berdemonstrasi di halaman mapolres, Senin (29/4/2019). Polisi juga memalang ruang kapolres, dan kantor kepala bagian operasional.

Aksi demonstrasi ratusan anggota polisi yang didominasi bintara dan sejumlah perwira ini dilakukan usai apel pagi, Senin (29/4/2019). Mereka membakar ban bekas, tepat di halaman kantor Mapolres Halmehera Selatan.

Ratusan polisi membakar ban bekas di halaman Mapolres Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (29/4/2019). (Foto: iNews/Agus Suprianto)


Aksi demonstrasi itu dipicu masalah uang pengamanan pemilu. Mereka menduga dana tersebut dipangkas oleh kapolres dan kepala bagian operasional dan mempertanyakannya.

“Baru kali ini terjadi seperti ini, uang pengamaman dipangkas,” teriak salah seorang polisi.

Dari pantauan, ratusan polisi mengamuk dan berteriak histeris tepat di hadapan kapolres. Para anggota polisi ini semakin geram karena kapolres diduga mengancam akan memutasi jika mereka berani mempertanyakan terkait pemotongan uang pengamanan kepada setiap anggota.

“Kami mempertanyakan kenapa uang pengamanan dipangkas, jangan kami diancam mutasi,” ujar seorang petugas polisi.

“Ini bentuk kekecewaan kami,” teriak polisi lainnya.

Ratusan polisi ini kemudian merangsek masuk ke dalam Mapolres Halmahera Selatan, menuju ruang Kapolres dan kepala bagian operasional. Mereka yang membawa kayu dan paku kemudian memalang ruangan tersebut.

Akibat aksi anggota polisi ini, pelayanan masyarakat di wilayah Halmahera Selatan lumpuh. Pengamanan rapat pleno penghitungan surat suara di Kabupaten Halmahera Selatan juga sudah tidak dilakukan sejak minggu kemarin.


Editor : Maria Christina