Ratusan Pengungsi Korban Gempa di Sumbawa Terserang Penyakit

Acep Suherlan ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 23:30:00 WIB
Ratusan Pengungsi Korban Gempa di Sumbawa Terserang Penyakit
Ratusan pengungsi korban gempa di Sumbawa, NTB terserang penyakit akibat minimnya sarana air bersih. (Foto: iNews.id/Acep Suherlan)

SUMBAWA BESAR, iNews.id – Ratusan korban gempa bumi di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengungsi di sejumlah lokasi mulai terserang sejumlah penyakit menular.

Minimnya sarana air bersih di lokasi pengungsian dan belum adanya tempat buang air besar yang memadai diduga menjadi penyebab menularnya berbagai penyakit, seperti flu, pilek, batuk dan gatal-gatal, serta diare.  

Selain itu, cuaca dingin dan kondisi tanah lapang yang dijadikan lokasi pengungsian sangat berdebu dan panas membuat kondisi kesehatan warga terganggu.

Ratusan korban gempa di Sumbawa itu sudah mengungsi sejak sepekan lalu tepatnya setelah gempa susulan berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) pertengahan Agustus lalu. Hingga saat ini, mereka masih belum berani kembali ke rumah dan memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian mengingat gempa susulan masih terjadi.


Gempa susulan terbaru terjadi pada Senin (27/8/2018) sore dengan kekuatan 3,4 SR. Pusat gempa berada di 43 kilometer Timur Laut Lombok Timur. Gempa susulan ini sangat terasa di Pulau Sumbawa bagian barat. 

Kepala Puskesmas Alas, Bayu Atika Dewa mengatakan, jumlah pengungsi yang terserang penyakit batuk, pilek, dan diare mencapai 150 orang dari tiap tenda pengungsi. Penyebabnya, minimnya sarana air bersih, kedinginan, tenda tidak permanen dan kurang istirahat. “Paling banyak pengungsi terserang batuk pilek,” ucapnya, Senin (27/8/2018).

Menurut dia, petugas medis puskesmas dibantu sejumlah tenaga medis relawan yang datang dari berbagai tempat harus bekerja ekstra keras dengan cara mendatangi setiap lokasi pengungsian untuk memberikan bantuan pengobatan. 

Langkah ini dilakukan mengingat tenda kesehatan yang dibangun di halaman kantor kecamatan dan puskesmas sudah tidak mampu menampung pasien yang datang berobat. “Sebagin besar warga yang terserang penyakit ini anak-anak dan balita,” katanya.

Seorang pengungsi, Sulastri mengaku anaknya terserang gatal-gatal begitu juga dengan dirinya dan suaminya. “Sudah mau semingguan kena gatal-gatal dan pilek. Mungkin karena air yang kurang bersih,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNewsRegional di Google News

Bagikan Artikel: