Ratusan Fosil Kerang Kima Ada di Wakatobi, Terancam Rusak akibat Tambang Batu

Andhy Eba ยท Minggu, 13 September 2020 - 14:44:00 WIB
Ratusan Fosil Kerang Kima Ada di Wakatobi, Terancam Rusak akibat Tambang Batu
Fosil kerang kima yang banyak terdapat di Pulau Tomia, Wakatobi, Sultra. (Foto: iNews/Andhy Eba)

WAKATOBI, iNews.id – Ratusan fosil kerang kima atau tridacna ditemukan di Desa Kahyanga, Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), tepatnya di hamparan savana sepanjang tujuh kilometer. Sayang, fosil-fosil kerang kima terancam rusak oleh adanya penambangan batu.

Kima merupakan jenis kerang-kerangan berukuran besar dan hidup di perairan laut yang hangat. Kerang ini termasuk dalam famili Tridacnidae.
Kima purba raksasa berukuran 50 hingga 100 sentimeter. Fosil kima ini masih melekat utuh di bebatuan dan diperkirakan berusia ribuan tahun.

Tak hanya itu, di sepanjang hamparan savana juga masih dapat ditemukan pecahan batuan terumbu karang.

Pemandangan ini seolah mengonfirmasi jika Pulau Tomia dan pulau-pulau lainnya di Wakatobi terbentuk dari karang yang tumbuh sejak ribuan tahun silam yang kini menjadi daratan yang dihuni oleh koloni manusia.

Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, Nadar mengatakan, Wakatobi berasal dari proses alam yang kemudian tercipta dari karang. Melalui proses yang panjang menjadi pulau.

“Bukti-buktinya salah satunya di Pulau Tomia, ada banyak fosil kima,” katanya, Sabtu (12/9/2020).

Sayangnya, fosil kima purba di puncak Kahianga, Pulau Tomia, Wakatobi terancam punah jika pemerintah tidak segera bertindak. Hal ini lantaran beberapa fosil telah rusak, bahkan tinggal bekasnya saja karena ulah penambangan batu.

“Ratusan kima ini sudah mulai rusak oleh tangan-tangan manusia. Bukan hanya itu saja, kendaraan roda empat yang lalu lalang menjadi penyumbang kerusakan fosil kima purba di Puncak Kayanga,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada satu penelitianpun yang fokus pada keberadaan ratusan fosil kima purba ini. Padahal, keberadaan fosil kima purba dapat dijadikan peluang bagi perguruan tinggi di Sultra untuk melakukan penelitian terkait fakta geologis pada keajaiban alam Wakatobi.

Editor : Umaya Khusniah