Pusaran Angin Tornado di Perairan Batutua NTT Terekam Kamera Warga
KUPANG, iNews.id - Angin Tornado menerjang wilayah perairan Batutua, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (29/12/2019) pukul 11.57 Wita. Fenomena alam itu terekam kamera warga.
Dalam video amatir berdurasi enam menit yang diunggah akun Marsel Henuk, angin tornado itu semula hanya satu namun beberapa saat muncul menjadi dua pusaran angin yang besar di perairan Batutua.
Warga Batutua di pulau paling selatan Indonesia ini hanya melihat pusaran angin Tornado dari kejauhan.
Terjangan angin Tornado ini menjadi perhatian warga di daerah itu hingga pusaran angin hilang di perairan Batutua.
Menurut Marsel Henuk, kejadian itu berlangsung selama tujuh menit di perairan Batutua. “Angin Tornado muncul sebelum hujan. Saat terjadi diikuti juga dengan angin kencang melanda wilayah Batutua," kata Marsel Henuk.
Menurut dia, peristiwa angin Tornado tidak sampai ke darat namun hanya terjadi di lautan lepas di daerah itu.
Dia mengatakan, peristiwa angin Tornado di Batutua lebih cepat dari peristiwa sejenis yang melanda Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya pada 4 Desember 2019 lalu.
Saat itu, angin tornado menerjang areal persawahan Desa Oebafo, Kecamatan Rote Barat Daya pada 4 Desember 2019 jauh dari lokasi permukiman penduduk setempat.
Dalam peristiwa itu menyebabkan sejumlah rumah warga setempat rusak dan seorang anak terluka akibat terkenakan serpihan batu yang diterbangkan angin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Deskiel Haning mengatakan, angin Tornado terjadi di laut Batutua. “Berdasarkan pantauan kami tidak ada kerusakan akibat terjangan angin itu," kata Deskiel Haning.
Menurut dia, sebelum terjadi angin Tornado suhu udara di Pulau Rote sangat panas namun beberapa saat terasa sejuk disertai terjadinya hujan lebat disertai angin kencang. “Hasil pantauan kami juga tidak ada nelayan di laut saat itu," ujarnya.
Editor: Kastolani Marzuki