Pulihkan 3.983 Gardu Listrik Rusak di NTT, PLN Kerahkan 413 Personel
JAKARTA, iNews.id - Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan jaringan listrik rusak. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengerahkan 413 personel untuk memulihkan 3.983 gardu listrik yang rusak akibat badai siklon tropis Seroja.
"Sampai dengan hari ini, PLN mengerahkan 413 personel terjun langsung memperbaiki 315 gardu yang tersebar di NTT," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Para teknisi telah memulihkan 786 gardu listrik yang terdampak banjir hingga pukul 17.00 WITA. Sebanyak 100.933 pelanggan rumah tangga kini sudah kembali menikmati pasokan listrik.
"Pada daerah yang terendam banjir, kami terpaksa memadamkan sementara listrik dan segera menormalkannya setelah banjir surut," kata Agustinus Jatmiko.
Pemadaman listrik di daerah banjir dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat supaya mereka tidak tersengat listrik yang merambat melalui air.
Saat ini, PLN secara bertahap mulai menyalakan listrik di Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana akibat badai siklon tropis Seroja.
Sejumlah kawasan di kota Kupang yang sudah menyala antara lain sebagian kawasan Wali Kota, Ainiba, jalan Nangka, BTN Kolhua, sebagian Oebufu, Oepui, sebagian Cak Doko, Telkom Kandaptrapton, dan Telkom Public Service.
Badai siklon tropis Seroja telah menyebabkan 3.983 gardu distribusi yang tersebar di Kupang, bagian barat Flores, bagian timur Flores, dan Sumba padam.
Kondisi wilayah yang porak poranda akibat terjangan badai juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kelistrikan, sehingga menyebabkan proses pemulihan jaringan listrik harus dilakukan bertahap dan memerlukan waktu.
"PLN terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk penormalan kelistrikan," kata Agustinus Jatmiko.
Editor: Maria Christina