Protes Warga: Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Bupati Beli Mobil Dinas Baru

Iskandar Nasution ยท Senin, 11 Maret 2019 - 09:15 WIB
Protes Warga: Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Bupati Beli Mobil Dinas Baru
Mobil dinas Bupati Pandeglang. (Foto: iNews/Iskandar Nasution).

PANDEGLANG, iNews.id - Warga Kabupaten Pandeglang, Banten, memprotes kebijakan bupatinya yang memilih beli mobil dinas baru, ketimbang memperbaiki jalan rusak. Namun di hadapan warga selalu mengklaim tidak memiliki anggaran perbaikan jalan.

Rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan di pelosok daerah tersebut memang sangat meresahkan warga. Bukan cuma menyababkan timbulnya banyak korban, kondisi ini membuat orang sakit sekalipun harus ditandu warga, karena kendaraan tak bisa melintasi jalan rusak tersebut.

"Saya meminta Bu Irna, selaku Bupati Pandeglang segera memperbaiki jalan, ketimbang harus beli mobil baru," kata seorag warga Anton Daeng Harahap dalam vlog-nya, Senin (11/3/2019).

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, memang disinyalir baru membeli mobil dinas. Sebelumnya, mobil tersebut bermerk Toyota Vellfire, dan kini Toyota Prado dengan kisaran harga mencapai Rp1,9 miliar.

Menurut warga, mobil dinas bupati cukup dengan kendaraan-kendaraan minibus biasa saja, namun anggaran yang ada, bisa dialokasikan untuk perbaikan jalan serta infrastruktur.

"Pakai saja mobil Toyota Inova, bu. Uangnya untuk perbaikan jalan. Daripada pejabat mewah-mewahan, tapi rakyat ini tersiksa bu," ujar Anton dalam pesannya tersebut.

Karena merasa aspirasinya tak pernah diperhatikan, warga pun mengumpulkan beras di rumah mereka untuk kemudian dijual. Hasilnya dipakai untuk membeli bahan materian bebatuan dan pasir untuk perbaikan jalan secara swadaya daripada berharap ke pemerintah.

"Tidak usah dicor atau diaspal. Cukup diratakan saja jalannya, kami sudah senang," kata dia.

Sebelumnya Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin, membenarkan kalau Bupati Irna baru saja membeli kendaraan dinas yang kedua. Uangnya berasal dari anggaran 2017 lalu, yang mana tertera dalam APBD Perubahan senilai Rp2,8 miliar, masuk sebagai Silva.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal