Pria Ini Ubah Warna Pertalite Mirip Premium lalu Dijual Untung Rp1 Juta Sehari, Kok Bisa?

Antara · Senin, 11 Oktober 2021 - 21:23:00 WIB
Pria Ini Ubah Warna Pertalite Mirip Premium lalu Dijual Untung Rp1 Juta Sehari, Kok Bisa?
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin saat ekspos kasus pengoplosan BBM pertalite menjadi mirip premium. (Foto: Antara)

SAMPIT, iNews.id - Polisi menangkap pria di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah atas dugaan mengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan mengubah warnanya sehingga mirip premium. Pelaku yakni berinisial HS yang melakukan hal tersebut demi mendapat keuntungan.

"Ini cukup aneh juga. Biasa itu kan kasusnya pengoplosan menyerupai BBM jenis yang lebih mahal seperti pertalite atau pertamax, ini justru pertalite dioplos sehingga warnanya mirip premium atau bensin. Hanya warnanya yang mirip, soal kandungannya kami belum tahu karena itu perlu pengujian laboratorium," ujar Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri di Sampit, Senin (11/10/2021).

Jakin menjelaskan, kasus ini terungkap dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti Polsek Ketapang. Terduga HS tertangkap tangan sedang melaksanakan pengoplosan di rumahnya, Jalan Jembatan Kuning Gang Sabar Menanti, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Dalam penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa tandon air berkapasitas 1.000 liter, 33 jeriken, timbangan, serbuk 'bleaching earth terram' untuk pemutih, bahan bakar mirip premium serta lainnya.

Dalam aksinya, HS menerima jasa mengoplos pertalite dengan memasukkannya serbuk 'bleaching earth terram'. Dari proses itu, pertalite yang semula berwarna biru kehijauan berubah menjadi kuning sehingga mirip premium.

Terkadang HS juga membeli pertalite dari sejumlah koleganya, kemudian mengoplosnya menjadi bahan bakar yang warnanya mirip premium kemudian menjualnya. Namun jika dilihat secara teliti tetap ada perbedaan karena warna kuning sangat tajam, berbeda dengan premium.

Hasil pemeriksaan terhadap HS, praktik terlarang ini ternyata dilakukan lantaran di kawasan pelosok atau jauh dari pusat kota, harga premium justru lebih mahal dibanding pertalite. Padahal di SPBU harga resmi premium lebih murah dibanding pertalite.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: