Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Ruang Operasi RSUD H Hanafie Bungo

Budi Utomo ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 13:18:00 WIB
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Ruang Operasi RSUD H Hanafie Bungo
Kabid Humas Polda Jambi memberikan keterangan saat konferensi pers penetapan dua tersangka kasus dugaan korupsi SIRO RSUD H Hanafie, Senin (24/8/2020), Senin (24/8/2020). (Foto: iNews/Budi Utomo)

BUNGO, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi tengah mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan sarana instalasi ruang operasi (SIRO) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Kabupaten Bungo tahun 2018. Polisi saat ini telah menetapkan dua tersangka.

Adapun kedua tersangka yang ditetapkan penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jambi, yakni mantan Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Bungo. Saat ini, Muhammad sudah pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Tersangka kedua bernama Irwansyah yang menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

"Dalam kasus ini, tersangka Muhammad merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK), dan I (Irwansyah) merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan," ujar Kabid Humas Polda Jambi didampingi Direskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Edi Faryadi dan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Ade Dirman, Senin (24/8/2020).

Kabid Humas mengatakan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp7,3 miliar untuk proyek SIRO RSUD H Hanafie tersebut. Dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bungo tahun 2018.

"Jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini lebih kurang Rp1,2 miliar," ujar mantan Kapolres Tanjab Barat ini.

Lebih lanjut Alumni Akpol 1994 ini mengatakan, berkas pemeriksaan terhadap kedua tersangka juga sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Sat ini, kedua tersangka sudah ditahan.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Ancaman hukumannya paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Kemudian, denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar," kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: