Polisi Tembak 3 Pelaku Spesialis Pencuri Sapi di Kalteng

Ade Sata ยท Jumat, 09 Maret 2018 - 20:10 WIB
Polisi Tembak 3 Pelaku Spesialis Pencuri Sapi di Kalteng
Seorang pelaku komplotan pencuri spesialis sapi yang ditembak petugas saat akan dibawa ke Mapolres. (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Aparat kepolisian mengungkap kasus pencurian sapi di Palangkaraya dan daerah lainnya di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang meresahkan masyarakat dalam tiga bulan terakhir. Komplotan pencuri spesialis yang terdiri atas empat pelaku itu diringkus di lokasi persembunyiannya di daerah Kabupaten katingan, Jumat (9/3/2018).

Saat penangkapan, para pelaku berupaya melawan dan melarikan diri saat penyergapan yang dilakukan tim gabungan Polres Palangkaraya bersama Intelmob Polda Kalteng dan jajaran polres. Petugas terpaksa melumpuhkan mereka dengan melepaskan tembakan. Timah panas pun tepat mengenai ketiga pelaku di bagian kaki dan langsung tak berkutik, sedangkan seorang lagi menyerahkan diri saat melihat tiga rekannya kesakitan akibat luka tembak tersebut.

Pantauan iNews, para pelaku yang mengalami luka tembak dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mengeluarkan serpihan peluruh timah panas tersebut. Mereka masing-masing yakni Ruslani Efendi (32), Raskani (32), dan Apriyadi (34). Ketiga pelaku itu tampak menahan sakit saat mendapat perawatan. Selepas itu, mereka langsung dibawa ke Mapolres Palangkaraya untuk kepentingan penyelidikan. Selain menangkap para pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, mobil bak terbuka, dan uang tunai Rp40 juta hasil penjualan sapi.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul Siregar mengatakan, hasil penyidikan, para pelaku mengakui telah beraksi di sembilan lokasi di wilayah Palangkaraya, 20 di Katingan, satu di Pulang Pisau dan tiga di Sampit, Kotawaringin Timur. “Tempat kejadian perkara (TKP) pencuriannya tersebar di sejumlah wilayah Kalteng, kawanan spesialis pencuri sapi ini sudah beraksi hingga puluhan kasus pencurian,” ujar Kapolres Palangkaraya.

Dia mengatakan, petugas sudah memberikan tembakan peringatan saat penyergapan namun tidak diindahkan para pelaku, sehingga harus dilumpuhkan. Saat ini, petugas masih mengembangkan kasus karena diduga masih ada sejumlah rekan pelaku yang ikut terlibat dalam kasus pencurian yang meresahkan masyarakat tersebut. “Kami sudah mengantongi identitas komplotan pelaku dan masih memburu mereka,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw