Polisi Sita 7,5 Kg Sabu dan 5.000 Butir Pil Ekstasi Senilai Rp12,7 M

Indra Yosserizal, Antara ยท Rabu, 28 Maret 2018 - 21:47 WIB
Polisi Sita 7,5 Kg Sabu dan 5.000 Butir Pil Ekstasi Senilai Rp12,7 M
Polda Riau saat jumpa pers penangkapan lima tersangka kurir narkoba jaringan internasional. (Foto: iNews/Indra Yosserizal)

PEKANBARU, iNews.id – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap dua sindikat peredaran narkoba jaringan internasional. Dari pengungkapan kasus itu, polisi menyita barang bukti 7,5 kilogram (Kg) sabu dan 5.000 butir pil ekstasi dari tangan lima tersangka. Kedua nilai barang haram itu ditaksir jumlahnya mencapai Rp12,7 miliar.

Informasinya, kedua jenis narkoba itu sama-sama dipasok dari Malaysia. Namun antara pelaku satu dengan yang lain tidak saling berhubungan. "Mereka jaringan berbeda, meskipun kami pastikan asal barang itu sama, masuk dari Malaysia," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono, Rabu (28/3/2018).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus itu dilakukan di dua lokasi dan waktu yang berbeda. Penangkapan pertama dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Riau di perbatasan Pekanbaru-Duri, tepatnya di Pasar Minggu, Km 80 dengan meringkus tiga tersangka, 22 Maret 2018.

Mereka masing-masing berinisial SA, RI, dan MA. Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga paket besar sabu dengan dua paket masing-masing seberat satu kilogram, dan satu paket lainnya seberat setengah kilogram. Totalnya ada sebanyak 2,5 Kg, dengan taksiran nilai Rp3,7 miliar. "Sabu itu disembunyikan dalam kap mobil. Cara ini jadi modus baru yang kami temukan," ujar Haryono.

Selanjutnya dari hasil pengembangan, pada 23 Maret 2018, Polda Riau kembali melakukan pengungkapan narkoba dengan barang bukti lebih besar, yakni 5 Kg sabu, yang tersimpan dalam lima paket besar, ditaksir senilai Rp7,5 miliar. Selain itu, Polisi turut menyita 5.000 butir pil ekstasi senilai Rp1,5 miliar.

Dia melanjutkan, dari penangkapan yang kedua itu, polisi meringkus dua tersangka masing-masing berinisial JS alias Pacak dan MI. Mereka ditangkap di salah satu SPBU, Rumbai, Kota Pekanbaru. "Kami masih terus melakukan pengembangan atas dua pengungkapan kasus narkoba ini," tuturnya.

Haryono menerangkan, terdapat persamaan dari dua pengungkapan kasus narkoba beda jaringan tersebut. Yakni, bungkus sabu yang digunakan menggunakan bungkusan teh China dengan merek Guanyinwang.

"Kesimpulan awal, barang ini didapat dari orang yang sama, meski mereka tidak saling kenal. Jadi mereka ini kurir dengan bayaran variatif. Paling besar Rp40 juta sekali kirim," ucapnya.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, AKBP Andri yang memimpin pengungkapan dua kasus besar tersebut mengatakan, pihaknya melakukan pengintaian lebih dari sebulan lamanya sebelum meringkus ke lima tersangka berikut seluruh barang bukti.

"Masing-masing tim itu terus mengintai selama satu bulan sebelum eksekusi kami lakukan. Alhamdulillah, mudah-mudahan kasus ini terus terungkap hingga ke bandar besarnya," ujarnya.

Saat ini, kelima pelaku yang telah ditetapkan tersangka menjalani penahanan di Mapolda Riau untuk penyelidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw