Polisi Gagalkan Penyelundupan 28 Kg Sabu di Bakauheni, 5 Orang Ditangkap

Heri Fulistiawan ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 15:09:00 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan 28 Kg Sabu di Bakauheni, 5 Orang Ditangkap
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo menunjukan barang bukti 28,3 kg sabu saat gelar perkara pengungkapan narkoba di Mapolres Lampung Selatan. (Foto: iNews/Heri Fulistiaan)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 28 kg digagalkan Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan. Polisi menangkap lima pengedar narkoba jaringan internasional.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo mengatakan, sabu sebanyak 28,3 kg itu diamankan petugas di areal pemeriksaan seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni.

“Nilai sabu ini ditaksir mencapai Rp28 miliar. Penyelundupan narkoba jenis sabu ini digagalkan bertepatan dengan momen HUT Kemerdekaan ke-75 RI pada 17 Agustus 2020 lalu,” kata Edi Purnomo, Senin (24/8/2020).

Dia mengungkapkan, modus yang digunakan para tersangka menyelundupkan barang terlarang tersebut dengan berbagai cara di antaranya dengan menggunakan jasa pengiraman barang, menggunakan kendaraan umum dan pribadi dengan tujuan Surabaya, Jawa Timur.

“Dari penggagalan 28,3 kg sabu ini, kita tangkap lima tersangka. Dua  orang tertangkap di seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni dan tiga orang ditangkap dari hasil pengembangan,” katanya.

Menurut Edi Purnomo, para tersangka penyelundupan narkoba salah satunya merupakan jaringan internasional yang saat ini masih dikembangkan lebih lanjut.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan kasus penyelundupan narkoba jaringan internasional ini,” ujarnya.

Upah yang diberikan kepada para pengedar atau kurir sabu tersebut sangat besar. Tersangka Usman mengaku diupah Rp15 juta per kg sabu. “Saya berani bawa sabu karena upahnya besar,” katanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kelimatersangka dijerat Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.


Editor : Kastolani Marzuki