Polisi Buru Dukun Beranak yang Aborsi Pelajar SMK di Pandeglang

Sindonews, Rasyid Ridho ยท Rabu, 04 Desember 2019 - 08:30 WIB
Polisi Buru Dukun Beranak yang Aborsi Pelajar SMK di Pandeglang
Ilustrasi bayi. (Foto: Okezone)

PANDEGLANG, iNews.id - Polisi memburu seorang dukun beranak yang telah mengaborsi kandungan seorang siswi SMK di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pelaku juga mematok tarif untuk praktik ilegal tersebut seharga Rp3 - 4 juta.

Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, untuk membantu proses aborsi, dukun beranak ini memang memasang tarif.

"Sampai saat ini masih kabur, kami masih mendalami dan memburunya. Kita kejar dukun bayi tersebut," kata Sofwan kepada wartawan di Kabupaten Pandeglang, Selasa (3/12/2019).

Sebelumnya, polisi sudah lebih dulu menetapkan ibu korban MRT, siswi SMK yang diduga telah membuang bayinya di pekarangan rumah warga.

Dalam kasus ini, kata dia, berawal saat AZ yang merupakan pacar MRT menyarankan agar dia mengugurkan kandungan dengan mendatangi dukun beranak rekomendasi teman mereka.

"Tarifnya Rp4 juta. Tapi setelah tawar menawar disepakati menjadi Rp3,5 juta," ujar dia.

Dalam aksinya, dukun beranak itu mengurut perut pasiennya. Usai diurut, pasien diberikan obat, kemudian barulah terasa efeknya mulai terasa. MRT ketika itu merasakan mual dan sesak napas.

Polres Pandeglang sudah menetapkan sepasang kekasih yang masih berstatus pelajar itu, sebagai tersangka pembuangan bayi. Keduanya terancam Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Harapannya, nanti kedua pelaku akan didik dan agar tidak mengulangi lagi. Pembelajaran juga kepada remaja-remaja agar tidak mengikuti cara-cara tersebut," ujar Kapolres.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal