Polisi Akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks terkait Tsunami Selat Sunda

Antara ยท Sabtu, 29 Desember 2018 - 21:08 WIB
Polisi Akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks terkait Tsunami Selat Sunda
Operator alat berat membersihkan puing-puing rumah yang hancur akibat tsunami di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (27/12/2018). (Foto: Antara)

PANDEGLANG, iNews.id - Kepolisian Resor Pandeglang meminta masyarakat tidak menyebar hoaks atau kabar bohong terkait penanganan bencana tsunami yang melanda perairan Selat Sunda, Banten. Polisi bahkan mengancam akan memproses hukum setiap penyebar hoaks terkait tsunami.

"Kami akan menangkap pelaku maupun penyebar berita hoaks," kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono saat konferensi pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami di Labuan, Banten, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Indra, pemerintah daerah, petugas hingga relawan, telah bekerja keras melakukan evakuasi dan pencarian warga yang hilang akibat diterjang bencana tsunami di pesisir Pandeglang. Karenanya, dia meminta masyarakat untuk tidak menyebar hoaks yang bisa merugikan diri sendiri.

Dia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas oknum yang menyebarkan berita bohong atau hoaks dan bisa dikenakan sanksi pidana baik penyebar maupun pelaku. “Begitu juga media massa harus memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan berita benar dengan didukung fakta yang kuat,” ujarnya.

Indra menyebutkan, selama ini, penanganan bencana tsunami berjalan baik karena berbagai pihak bekerja keras. Dia mengimbau masyarakat tidak menyebarkan berita hoaks agar tak menimbulkan ketakutan dan kepanikan masyarakat.

Saat ini, jumlah korban meninggal dunia di Pandeglang sebanyak 313 orang, luka-luka 757 orang dan 8 hilang. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebar berita hoaks dengan melebihkan jumlah korban bencana tsunami tersebut. "Jika berita hoaks itu disebar melalui media sosial maka penyebarnya akan ditangkap," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra