Polda Banten Tetapkan 4 Tersangka Kasus Tambang Ilegal Penyebab Banjir dan Longsor

Sindonews, Rasyid Ridho ยท Sabtu, 07 Maret 2020 - 08:07 WIB
Polda Banten Tetapkan 4 Tersangka Kasus Tambang Ilegal Penyebab Banjir dan Longsor
Ilustrasi hukum. (foto: istimewa)

SERANG, iNews.idPolda Banten menetapkan empat tersangka kasus penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kabupaten Lebak. Identitas keempat tersangka yakni berinisial JA, EN, SU dan TO.

Mereka merupakan pemilik tambang dan pengolahan emas ilegal yang menyebabkan bencana banjir bandang dan tanah longsor pada awal tahun 2020.

"Penetapan tersangka sudah. Empat orang. Sementara ini empat orang," ujar DirKrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin, Sabtu (7/3/2020).

Dia menjelaskan, penetapan tersangka setelah penyidik mengantongi dua alat bukti. Yakni keterangan saksi dan barang bukti.

"Enggak perlu keterangan tersangka itu nomor urut paling bawah. Kami sudah bisa menetapkan tersangka dengan dua alat bukti sudah cukup," katanya.

Menurutnya, ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Sebab, masih ada satu pemilik tambang yang saat ini kasusnya sedang ditangani Bareskrim Polri.

"Kami akan dalami lagi karena saya masih baru seminggu (menjabat). Masuknya belum dalam baru separoh," kata Nunung.

Diketahui, tersangka EN dan SU memiliki lubang dan pengolahan emas di Kampung Cikomara, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong. Kemudian tersangka JA memiliki pengolahan emas di Kampung Hamberang, Desa Luhur jaya Kecamatan Cipanas, Lebak.

Selanjutnya tersangka To memiliki pengolahan emas di Kampung Tajur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas, Lebak.

"Kami sudah akukan upaya penangkapan, tinggal kuat-kuatan saja yang kabur atau yang nangkap. Pasti kami kejar," ujar Nunung.


Editor : Donald Karouw