Petugas Ground Handling Mogok, Puluhan Pesawat Garuda di Bandara Soetta Delay

Hasnugara ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 15:09 WIB
Petugas Ground Handling Mogok, Puluhan Pesawat Garuda di Bandara Soetta Delay
Puluhan pesawat Garuda Indonesia tujuan domestik maupun internasional delay selama 30 menit akibat aksi mogok petugas ground handling di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. (Foto: Dok.iNews.id)

TANGERANG, iNews.id – Aksi mogok ratusan petugas ground handling di bawah naungan PT Gapura Angkasa yang sudah berlangsung dua hari ini berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang, Banten Selasa (31/12/2019).

Salah satu maskapai terdampak aksi para petugas ground handling yakni, Garuda Indonesia. Puluhan pesawat Garuda yang akan berangkat untuk tujuan domestik maupun internasional mengalami delay antara 15-30 menit.

Hingga saat ini, aksi  mogok petugas ground handling masih berlangsung. Mereka menuntut empat pengurus serikat pekerja dipekerjakan kembali dan perusahaan meningkatkan status serta kesejahteraan karyawan masih berlangsung.

Diperoleh informasi, empat pengurus serikat pekerja itu di-nonaktifkan karena memperjuangkan kesejahteraan karyawan.

Petugas ATC, Tory Rukmono mengatakan, aksi mogok kerja petugas ground handling sejauh ini belum berdampak signifikan. Meski demikian, dia mengaku ada keterlambatan atau delay yang dialami pesawat Garuda Indonesia.

“Keterlambatannya masih batas toleransi di mana keterlambatan yang terjadi antara 15-30 menit,” katanya.

Dia mengatakan, setiap pesawat yang akan berangkat atau baru tiba dilayani 10 petugas ground handling. Namun, akibat aksi mogok itu kini hanya separuh petugas yang melayani keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

“Biasanya mereka melayani mulai dari petugas yang menangani bagasi, melayani parkir pesawat hingga petugas pushback,” ujarnya. 

Data dari air traffic control (ATC), hingga saat ini ada 34 maskapai Garuda Indonesia yang mengalami keterlambatan. Jika aksi mogok petugas itu dibiarkan dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

“Dalam sehari itu, ada sekitar 400 pergerakan pesawat yang terbang dan mendarat. Sementara petugas ground handling di bawah Gapura menangani maskapai Garuda dan beberapa pesawat asing,” ujarnya.

Hingga saat ini, PT Gapura Angkasa selaku induk dari perusahaan ground handling sudah mengantisipasi gangguan itu dengan menambah petugas dari daerah lain.


Editor : Kastolani Marzuki