Petani di Pulang Pisau Tewas Terbakar di Kebun, Diduga Keracunan saat Terkepung Asap

Antara ยท Senin, 02 Desember 2019 - 15:35 WIB
Petani di Pulang Pisau Tewas Terbakar di Kebun, Diduga Keracunan saat Terkepung Asap
Ilustrasi korban tewas. (Foto: Istimewa).

PULANG PISAU, iNews.id - Seorang petani di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), ditemukan tewas di areal kebunnya yang terbakar. Dugaan sementara karena korban terkepung api dan keracunan asap.

"Untuk bahasa medisnya, korban keracunan karbondioksida, dan tidak ditemukan tanda kekerasan," kata Kapolsek Maliku, Ipda Laser Kristovor di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Senin (2/11/2019).

Korban, Toradi bin Amin (74), ditemukan tewas pada Minggu (1/12/2019) sore, pukul 16.00 WIB. Korban terakhir kali terlihat warga saat berada di kebunnya di Desa Wono Agung, Kecamatan Maliku.

BACA JUGA: Petani di Subang Tewas Kesetrum Jebakan Listrik Tikus yang Dipasang di Sawah

Pihak keluarga mengatakan, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan sepeda motor, setelah berpamitan kepada istrinya. Dia membawa bekal satu botol air mineral dan menuju ke kebun.

Hingga sore, korban belum pulang juga pulang ke rumah. Sang istri cemas dan meminta saudara korban, bernama Putra Aditya dan mengajak rekannya, Jainal Abidin untuk mencari korban ke kebun.

"Di sana, mereka mulai waswas karena melihat ada kebakaran lahan dekat lokasi kebun milik korban. Keduanya pun menerobos parit sekunder untuk mencari Toradi, dan menemukan korban sudah meninggal dunia," kata dia.

BACA JUGA: Tersengat Listrik, 1 Pekerja Proyek Jembatan di Salatiga Tewas dan 3 Luka Berat

Korban diduga kehabisan napas ketika berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api yang membakar kebunnya. Itu diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor milik korban yang sudah hangus terbakar.

Kejadian tersebut dilaporkan kepada aparat desa setempat dan anggota polisi setempat. Warga kemudian mengevakuasi tubuh korban ke Puskesmas Maliku untuk divisum.

"Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata dokter di Puskesmas Maliku, dr Andriansyah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal